Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Sunday, 28 July 2013

Profil Fakultas Psikologi UGM

Fakultas Psikologi

VISI FAKULTAS

Fakultas memiliki visi untuk menjadi Fakultas penelitian bertaraf internasional yang unggul dan terkemuka, berorientasi pada kepentingan bangsa dan berdasarkan Pancasila.” Visi ini selaras dengan visi dari UGM ”menjadi universitas riset kelas dunia yang unggul, mandiri, bermartabat dan dijiwai Pancasila, mengabdi pada kepentingan dan kemakmuran bangsa”.





MISI FAKULTAS
  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi psikologi yang berkualitas dalam rangka mendukung pencerdasan dan pemberdayaan kehidupan bangsa serta memelihara integrasi nasional.
  2. Menghasilkan lulusan pendidikan tinggi psikologi yang bermoral, berjiwa pemimpin dan wirausaha yang mampu bersaing.
  3. Mendorong kemajuan penelitian dalam bidang psikologi yang menopang kemajuan pendidikan, ilmu, teknologi, dan pengayaan budaya bangsa.
  4. Meningkatkan pengabdian kepada masyarakat atas dasar tanggungjawab sosial.
  5. Menjalin kerjasama secara berkelanjutan dengan lembaga pendidikan, lembaga penelitian, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
  6. Mengembangkan organisasi fakultas yang sesuai dengan tuntutan jaman serta meningkatkan manajemen yang transparan dan berkualitas secara berkelanjutan.


TUJUAN FAKULTAS
  1. Meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan sarjana untuk menghasilkan lulusan Fakultas Psikologi UGM yang memiliki sikap mental dan etika profesi, pengetahuan, ketrampilan, kreativitas, dan kepemimpinan yang unggul.
  2. Meningkatkan kualitas dan relevansi dan pelayanan masyarakat untuk (a) menghasilkan modal intelektual clan moral untuk meningkatkan nilai tambah sumberdaya nasional, (b) menghasilkan penerapan dan pelayanan IPTEKS untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan mutu pendidikan, (c) menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk mengatasi masalah masyarakat, bangsa dan negara.
  3. Menumbuhkan budaya masyarakat Pancasila dengan menumbuh-kembangkan: (a) sikap toleran dan saling menghormati, (b) jiwa dan semangat kebangsaan, (c) disiplin diri di kalangan sivitas akademika dan masyarakat untuk mendukung kemandirian dan keutuhan bangsa dan negara.
  4. Mengembangkan pengelolaan fakultas yang efisien dan produktif untuk : (a) menghasilkan keunggulan akademik Fakultas Psikologi UGM, (b) menghasilkan pengelolaan Fakultas Psikologi UGM yang bertanggungjawab.
  5. Menyediakan layanan sarana prasarana yang mendukung mutu Fakultas Psikologi UGM sesuai visi UGM sebagai universitas penelitian yang bertaraf International.
  6. Mengembangkan kemandirian organisasi dan jaringan kerjasama untuk meningkatkan posisi di tingkat global dengan dukungan masyarakat kampus, alumni, industri dan masyarakat.




SASARAN

A. Meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan sarjana melalui :
  1. Optimalisasi program pendidikan
  2. Pengembangan mutu mahasiswa baru
  3. Pengembangan mutu proses pembelajaran
  4. Pengembangan mutu lulusan
  5. Pengembangan iklim akademik
  6. Pengembangan kesejahteraan mahasiswa
B. Meningkatkan kualitas dan relevansi dan pelayanan masyarakat melalui :
  1. Pengembangan knowledge utilization
  2. Peningkatan mutu dan relevansi penelitian
  3. Peningkatan relevansi pemanfaatan IPTEKS bagi masyarakat
  4. Pemberdayaan masyarakat
  5. Advokasi kebijakan
C. Menumbuhkan budaya masyarakat Pancasila dengan menumbuh kembangkan:
  1. Pengembangan berkelanjutan khasanah budaya bangsa
  2. Peningkatan kontribusi perbaikan mutu kehidupan berbangsa dan bernegara berbasis pada masyarakat madani (civil society) yang dijiwai dengan nilai-nilai Pancasila
  3. Peningkatan mutu kehidupan kampus sebagai basis pengembangan entepreneurial knowledge society yang dijiwai nilai-nilai Pancasila
D. Mengembangkan pengelolaan Fakultas Psikologi UGM yang efisien dan produktif untuk,
  1. Pengembangan kelembagaan
  2. Pengembangan sistem informasi
  3. Pengembangan sumberdaya manusia
  4. Peningkatan citra fakultas psikologi UGM
E. Menyediakan layanan sarana prasarana yang mendukung mutu Fakultas Psikologi UGM sesuai visi UGM sebagai universitas penelitian yang bertaraf internasional melalui,
  1. Pengembangan sarana prasarana fisik
  2. Pengembangan sarana-prasarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
  3. Mengembangkan kemandirian organisasi dan jaringan kerjasama untuk meningkatkan posisi di tingkat global dengan dukungan masyarakat kampus, alumni, industri dan masyarakat
  4. Pengembangan usaha
  5. Peningkatan kapasitas jaringan kerjasama di tingkat nasional dan daerah
  6. Peningkatan kapasitas jaringan kerjasama untuk mengangkat Fakultas Psikologi UGM ke posisi global
  7. Percepatan siklus pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi

SEJARAH FAKULTAS
Cikal bakal Fakultas Psikologi UGM adalah Jurusan Psikologi pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Gadjah Mada, yang berdiri pada tahun ajaran 1958/1959.
Berdasarkan Keputusan Bersama PTIP dan Menteri PDK tanggal 6 Mei 1964 No. 34 tahun 1964 dan No. 32 tahun 1964, maka Fakultas Ilmu Pendidikan UGM digabungkan dengan IKIP Yogyakarta. Oleh karena itu, Jurusan Psikologi di FIP UGM dipisah dan tetap tinggal di UGM menjadi BAGIAN PSIKOLOGI yang dipimpin langsung oleh Rektor UGM.
Kemudian pada tanggal 8 Januari 1965, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI menetapkan bahwa Bagian Psikologi UGM resmi sebagai Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada mulai tanggal 19 Desember 1964. Selanjutnya, tanggal 8 Januari 1965 ditetapkan sebagai hari jadi Fakultas Psikologi UGM.
PIMPINAN FAKULTAS
Dalam perjalanan sejarahnya, Fakultas Psikologi UGM telah mengalami beberapa kali pergantian pimpinan.
Periode 1964 – 1965

Ketua : Rektor UGM (Prof. Dr. Ir. H. Johanes).

Penanggungjawab : Drs. Sutrisno Hadi, MA

Pembantu I : Drs. Soemadi Suryabrata

Pembantu II : Drs. Bimo Walgito
Periode 1964 – 1966

Dekan : Masrun, MA

Pembantu Dekan I : Drs. Soemadi Suryabrata

Pembantu Dekan II : Drs. Soedibyo Setyobroto

Pembantu Dekan III : Dr. Busono Wiwoho S
Periode 1966 - 1969

Dekan : Dra. Siti Rahayu Haditono

Pembantu Dekan I : Drs. Bimo Walgito

Pembantu Dekan II : Dra. Sri Mulyani Martaniah

Pembantu Dekan III : Dra. Sri Rahayu Partosuwido
Periode 1969 - 1971

Dekan : Dra. Siti Rahayu Haditono

Sekretaris : Drs. Bimo Walgito



Periode 1971 – 1973

Dekan : Dr. Masrun, MA

Sekretaris : Drs. Bimo Walgito
Periode 1973 - 1975

Dekan : Dra. Sri Mulyani Martaniah

Sekretaris : Drs. Bimo Walgito



Periode 1975 - 1977

Ketua : Dra. Sri Mulyani Martaniah

Sekretaris : Siti Meichati, MA
Periode 1977 - 1979

Dekan : Drs. Bimo Walgito

Sekretaris : Drs. Supidjo Ronodikoro (menggantikan Siti Meichati, MA

yang meninggal dunia)

Pembantu khusus

Bidang Kemahasiswaan

& alumni : Drs. Suardiman
Periode 1979 - 1982

Dekan : Prof, Dr. Soemadi Suryabrata, M.A., EdS

Pembantu Dekan I : Drs. Supidjo Ronodikoro

Pembantu Dekan II : Drs. Sri Rahayu Partosuwido

Pembantu Dekan III : Drs. Suardiman
Periode 1982 – 1985

Dekan : Prof. Dr Masrun, MA

Pembantu Dekan I : Drs. Bimo Walgito

Pembantu Dekan II : Drs. Sartini Nuryoto

Pembantu Dekan III : Drs. Suardiman
Periode 1985 - 1988

Dekan : Prof. Dr. Masrun, MA

Pembantu Dekan I : Drs. Asmadi Alsa, SU

Pembantu Dekan II : Drs. Marcham Darokah, MA

Pembantu Dekan III : Drs. Hasan Basri
Periode 1988 - 1991

Dekan : Prof. Dr. Sri Mulyani Martaniah, MA

Pembantu Dekan I : Dr. Dalil Adisubroto

Pembantu Dekan II : Dr. Sukarti

Pembantu Dekan III : Drs. Suardiman
Periode 1991 - 1995

Dekan : Prof. Dr. Sri Mulyani Martaniah, MA

Pembantu Dekan I : Dr. Dalil Adisubroto

Pembantu Dekan II : Dr. Sukarti

Pembantu Dekan III : Drs. Suardiman
Periode 1995 - 1998

Dekan : Prof. Dr. Dalil Adisubroto

Pembantu Dekan I : Drs. Mochammad Bachroni, SU

Pembantu Dekan II : Dr. Marcham Darokah, MA

Pembantu Dekan III : Dr. Toto Kuwato
Periode 1998 – 2000

Dekan : Drs. Mochammad Bachroni, SU

Pembantu Dekan I : Dr. Sartini Nuryoto

Pembantu Dekan II : Dr. Toto Kuwato

Pembantu Dekan III : Drs. Asmadi Alsa, SU
Periode 2000 – 2004

Dekan : Drs. Saifuddin Azwar, MA

Wakil Dekan Akademik : Dr. Sugiyanto

Wakil Dekan Administrasi Umum : Drs. Rasimin BS, MA

Wakil Dekan Kemahsiswaan : Dra. Avin Fadilla Helmi, Msi
Periode 2004 – 2008

Dekan : Prof. Dr .M. Noor Rochman Hadjam, SU

Wakil Dekan Akademik : Drs. Fathul Himam, M.Psi., MA.,Ph.D.

Wakil Dekan Administrasi Umum : Dra. Esti hayu Purnamaningsih, MS

Wakil Dekan Kemahsiswaan : Yuli fajar Susetyo, S.Psi., Psi.
Periode 2008 – 2012

Dekan : Prof. Dr. Faturochman, MA

Wakil Dekan Akademik : Drs. Subandi, MA, Ph.D

Wakil Dekan Administrasi Umum : Dra. Sri Hartati, M.Si

Wakil Dekan Kemahsiswaan : Drs. Helly Prajitno Soetjipto, MA
Fakultas Psikologi UGM memiliki satu program studi (Prodi) yaitu Psikologi dengan enam (6) Bagian yang bertugas melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian pada Masyarakat. Oleh karena itu, fungsi Bagian di Fakultas Psikologi UGM juga menjadi laboratorium studi.
Bagian-bagian yang mendukung kegiatan akademik Program Studi Psikologi pada Fakultas Psikologi UGM adalah
1. Bagian/ Laboratorium Psikologi Industri dan Organisasi

2. Bagian/ Laboratorium Psikologi Klinis

3. Bagian/ Laboratorium Psikologi Pendidikan

4. Bagian/ Laboratorium Psikologi Perkembangan

5. Bagian/ Laboratorium Psikologi Sosial

6. Bagian/ Laboratorium Psikologi Umum dan Eksperimen
Pendidikan Psikologi diselenggarakan melalui program:
1. Sarjana (S1)

2. Pascasarjana
a. Program Magister (S2)
Minat Utama:

Psikologi Industri & Organisasi

Psikometri

Psikologi Perkembangan

Psikologi Klinis

Psikologi Pendidikan

Psikologi Sosial

Psikologi Kesehatan

Ergonomika

Psikologi Terapan

Program Magister Psikologi (Profesi sikolog)
b. Program Doktor (S3)
Bidang khusus:

Psikologi Industri & Organisasi

Psikometri

Psikologi Perkembangan

Psikologi Klinis

Psikologi Pendidikan

Psikologi Sosial

Jl. Humaniora, Bulaksumur, Yogyakarta - 55281 INDONESIA
t: +62-274-901120, 901129, 901450, 901456, 522240, 522407, 550434;
f: +62-274-901959, 550436
e: fpsi@ugm.ac.id;
w: www.psikologi.ugm.ac.id

Hanya sekedar berbagi, tidak lebih.

sumber dari sini

Thursday, 11 July 2013

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar

1. Memberi angka
Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna. Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan sekedar kognitifnya saja.
2. Hadiah
Hadiah dapat menjadi motivasi belajar yang kuat, dimana siswa tertarik pada bidang tertentu yang akan diberikan hadiah. Tidak demikian jika hadiah diberikan untuk suatu pekerjaan yang tidak menarik menurut siswa.
3. Kompetisi
Persaingan, baik yang individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi belajar. Karena terkadang jika ada saingan, siswa akan menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang terbaik.
4. Ego-involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Bentuk kerja keras siswa dapat terlibat secara kognitif yaitu dengan mencari cara untuk dapat meningkatkan motivasi.
5. Memberi Ulangan
Para siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan diadakan ulangan. Tetapi ulangan jangan terlalu sering dilakukan karena akan membosankan dan akan jadi rutinitas belaka.
6. Mengetahui Hasil
Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi belajar anak. Dengan mengetahui hasil belajarnya, siswa akan terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi jika hasil belajar itu mengalami kemajuan, siswa pasti akan berusaha mempertahankannya atau bahkan termotivasi untuk dapat meningkatkannya.
7. Pujian
Apabila ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka perlu diberikan pujian. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Pemberiannya juga harus pada waktu yang tepat, sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi motivasi  belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.
8. Hukuman
Hukuman adalah bentuk reinforcement yang negatif, tetapi jika diberikan secara tepat dan bijaksana, bisa menjadi alat motivasi belajar anak. Oleh karena itu, guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman tersebut.
Hal senada juga diungkapkan oleh  Fathurrohman dan Sutikno (2007: 20) motivasi siswa dapat ditumbuhkan melalui beberapa cara yaitu:
a) Menjelaskan tujuan kepada peserta didik.
Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siswa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.
b) Hadiah.
Hadiah akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.
c) Saingan/kompetisi.
Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
d) Pujian.
Siswa yang berprestasi sudah sewajarnya untuk diberikan penghargaan atau pujian. Pujian yang diberikan bersifat membangun. Dengan pujian siswa akan lebih termotivasi untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.
e) Hukuman.
Cara meningkatkan motivasi belajar dengan memberikan hukuman. Hukuman akan diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Bentuk hukuman yang diberikan kepada siswa adalah hukuman yang bersifat mendidik seperti mencari artikel, mengarang dan lain sebagainya.
f)  Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar.
Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. Selain itu, guru juga dapat membuat siswa tertarik dengan materi yang disampaikan dengan cara menggunakan metode yang menarik dan mudah dimengerti siswa.
g) Membentuk kebiasaan belajar yang baik.
Kebiasaan belajar yang baik dapat dibentuk dengan cara adanya jadwal belajar.
h) Membantu kesulitan belajar peserta didik, baik secara individual maupun kelompok.
Membantu kesulitan peserta didik dengan cara memperhatikan proses dan hasil belajarnya.  Dalam proses belajar terdapat beberap unsur antara lain yaitu penggunaan metode untuk mennyampaikan materi kepada para siswa. Metode yang menarik yaitu dengan gambar dan tulisan warna-warni akan menarik siswa untuk  mencatat dan  mempelajari materi yang telah disampaikan..
i) Menggunakan metode yang bervariasi.
Meningkatkan motivasi belajar dengan menggunakan metode pembelajaran yang variasi. Metode yang bervariasi akan sangat membantu dalam proses belajar dan mengajar. Dengan adanya metode yang baru akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi pada siswa.
j) Menggunakan media pembelajaran yang baik, serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.


Hanya sekedar berbagi, tidak lebih.

Monday, 8 July 2013

Apa sih Hilal itu? dan Bagaimana cara menetapkan 1 Ramadhan

Prediksi Awal Bulan Ramadhan 1434 Hijriyah

Sumber : Rukyatul Hilal Indonesia (HRI)

 

Hanya sekedar berbagi, tidak lebih.

 

Senin sore tanggal 8 Juli 2013 merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Ramadhan 1434 Hijriyah di Indonesia. Hal ini berdasarkan pada Taqwim Standard Indonesian hasil rukyat pada bulan sebelumnya yakni bulan Sya'ban yang menyimpulkan sama. Hari itu dari Pos Observasi Bulan Bukit Bela-belu Parangkusumo, Matahari terbenam pada pukul 17:34 WIB pada azimuth 292°32' atau 22,5° di Utara titik Barat. Ketinggian  Hilal 0°42' atau 0,7° dihitung dari piringan atas Bulan sampai ufuk mar'i atau visible horizon pada saat Matahari terbenam dan 4,5 °di sebelah Selatan Matahari. Bulan terbenam pada 17:37 WIB pada azimuth 287°57'. Pada kondisi seperti ini secara astronomis Hilal mustahil dirukyat baik menggunakan mata telanjang maupun teleskop. Namun demikian kegiatan rukyat tetap dilaksanakan sesuai perintah rukyat yang harus dilakukan pada setiap tanggal 29 bulan berjalan serta pembuktian di lapangan ketidak nampakan hilal.

RHI Yogyakarta akan melakukan rukyatul hilal secara resmi bersama Tim BHR DIY di POB Bela-belu Parangkusumo Yogyakarta pada Senin, 8 Juli 2013 di POB Bela-belu Parangkusumo, Bantul Yogyakarta. Pada hari berikutnya Selasa, 9 Juli 2013 kembali di tempat yang sama juga akan dilakukan rukyatul hilal untuk membangun data visibilitas hilal.  Seperti halnya tahun lalu, tahun ini juga RHI Yogyakarta menjadi salah satu Tim rukyat nasional dari 20 lebih lokasi Rukyat Nasional di Indonesia kerjamasama antara BHR Kemenag DIY, Telkom DIY, Kominfo dan Bosscha. Tahun ini menyusul RHI Solo dan RHI Kudus juga menyusul menjadi salah satu anggota Tim. Hasil Streaming online Hilal 2013 ini dapat dilihat di website berikut :  

.:  http://hilal.kominfo.go.id .:.  http://bosscha.itb.ac.id/hilal .:. http://rukyatulhilal.org/live .:

 

Lokasi Rukyat :  http://maps.google.com/maps?ll=-8.0216556,110.32307&z=17&t=h&hl=en

 


Ijtimak / Konjungsi / New Moon

Senin, 8 Juli 2013 @ 14:16 WIB - 15:16 WITA - 16:16 WIT atau 07:16 UT

 

Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas Matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah ini.  Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 6° yaitu syarat sudut elongasi Hilal terhadap Matahari agar dapat terlihat. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini.

 

KETERANGAN :

  1. Sangat tidak mungkin daerah yang berada di bawah arsiran MERAH (E) dapat menyaksikan Hilal, sebab pada saat itu Bulan  terbenam lebih dulu sebelum Matahari terbenam atau ijtimak lokal (topocentric conjunction) terjadi setelah Matahari terbenam.

  2. Daerah yang berada pada area BIRU TUA (D) (tak berarsiran) juga  tidak memiliki peluang menyaksikan hilal sekalipun menggunakan alat bantu optik (binokuler/teropong), sebab kedudukan Hilal masih sangat rendah ( <6° ) dan terang cakram Bulan masih terlalu kecil sehingga cahaya Hilal tidak mungkin teramati.

  3. Hilal baru mungkin dapat teramati menggunakan alat bantu optik pada area di bawah arsiran BIRU MUDA (C). Pada area ini pun masih sangat sulit karena dibutuhkan kondisi langit yang sangat cerah terutama di langit Barat.

  4. Wilayah yang berada dalam arsiran UNGU (B) hanya dapat menyaksikan hilal menggunakan alat bantu optik sedangkan untuk melihat langsung dengan mata diperlukan kondisi cuaca yang sangat cerah dan ketelitian pengamatan.

  5. Hilal dengan mudah dapat disaksikan pada area di bawah arsiran HIJAU (A) baik menggunakan mata telanjang apalagi menggunakan peralatan optik dengan syarat kondisi udara dan cuaca cukup baik.

  6. Peta ini dibuat dan hanya berlaku untuk daerah 60° Lintang Utara sampai 60° Lintang Selatan.

 


Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia

Semua kriteria menyimpulkan bahwa tanggal rukyatul hilal dilaksanakan pada :

Senin, 8 Juli 2013 @ Sunset

 

 

Diagram ketinggian di atas hanya berlaku untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

 


Prediksi Awal Bulan Menurut Berbagai Kriteria

1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal ( Teori Visibilitas Hilal )

Teori Visibilitas Hilal terbaru telah dibangun oleh para astronom dalam proyek pengamatan hilal global yang dikenal sebagai Islamic Crescent Observation Project (ICOP) berpusat di Yordania berdasar pada sekitar 700 lebih data observasi hilal yang dianggap valid. Teori ini menyatakan bahwa hilal hanya mungkin bisa dirukyat jika jarak sudut Bulan dan Matahari minimal 6,4° (sebelumnya 7°) yang dikenal sebagai "Limit Danjon". Kurva Visibilitas Hilal sebagai hasil perhitungan teori tersebut mengindikasikan bahwa untuk wilayah sekitar Katulistiwa (Indonesia) hilal baru mungkin dapat dirukyat menggunakan mata telanjang minimal pada ketinggian di atas 6°. Di bawah itu hingga ketinggian di atas 4° diperlukan alat bantu penglihatan seperti teleskop dan sejenisnya.

Melihat lokasi Indonesia menurut peta visibilitas di atas sesuai dengan teori visibilitas hilal maka seluruh wilayah  Indonesia mustahil hilal dapat dirukyat pada hari rukyat atau hari pertama ijtimak sore setelah Matahari terbenam. Hilal baru mungkin bisa dirukyat pada H+1 saat ketinggiannya mencapai 11°.  Sehingga menurut kriteria ini awal bulan akan jatuh pada:

 

Rabu, 10 Juli 2013

 

Nahdlatul Ulama (NU) yang menggunakan rukyat sebagai dasar penentuan awal bulan masih mengakui  kesaksian rukyat asalkan ketinggiannya di atas batas imkanurrukyat 2° bahkan hanya dengan mata telanjang. Sementara dalam penyusunan kalendernya NU menggunakan kriteria imkanurrukyat 2° tanpa syarat elongasi dan umur Hilal.

 

2. Menurut Kriteria Hisab Imkanur Rukyat

Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanurrukyat yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada  Kalender Islam negara-negara tersebut yang menyatakan :  

 

Hilal dianggap terlihat  dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut:

(1)· Ketika Matahari terbenam, ketinggian Bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan

(2). Jarak lengkung Bulan-Matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau 

(3)· Ketika Bulan terbenam, umur Bulan tidak kurang dari 8 jam selepas konjungsi/ijtimak berlaku. 

 

Kriteria inilah yang menjadi pedoman Pemerintah RI untuk menyusun kalender Taqwim Standard Indonesia yang digunakan dalam penentuan hari libur nasional secara resmi. Dengan kriteria ini pula keputusan Sidang Isbat Penentuan Awal Bulan Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah "bisa ditebak hasilnya".  Ormas Persatuan Islam (Persis) mulai tahun 2012 telah mengadopsi kriteria ini sebagai dasar penetapan awal bulannya walaupun dengan angka sudut yang berbeda yaitu 4° ketinggian dan 6,4° elongasi. Belakangan kriteria ini hanya dipakai oleh Indonesia dan Malaysia sementara Singapura menggunakan Hisab Wujudul Hilal dan Brunei Darussalam menggunakan Rukyatul Hilal berdasar Teori Visibilitas.

 

Menurut Peta Ketinggian Hilal tersebut, pada hari pertama ijtimak syarat Imkanurrukyat MABIMS belum terpenuhi sehingga awal bulan jatuh pada :

 

Rabu, 10 Juli 2013

 

3. Menurut Kriteria Hisab Wujudul Hilal

Muhammadiyah dalam penyusunan kalender Hijriyah baik untuk keperluan sosial maupun ibadahnya (Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah) menggunakan kriteria yang dinamakan "Hisab Hakiki Wujudul Hilal". Kriteria ini menyatakan bahwa awal bulan Hijriyah dimulai apabila telah terpenuhi tiga kriteria berikut:
1) telah terjadi ijtimak (konjungsi),
2) ijtimak (konjungsi) itu terjadi sebelum matahari terbenam, dan
3) pada saat terbenamnya matahari piringan atas Bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah wujud). Ketiga kriteria ini penggunaannya adalah secara kumulatif, dalam arti ketiganya harus terpenuhi sekaligus. Apabila salah satu tidak terpenuhi, maka bulan baru belum mulai. Atau dalam bahasa sederhanya dapat diterjemahkan sebagai berikut:

 

"Jika setelah terjadi ijtimak, Bulan terbenam setelah terbenamnya Matahari maka malam itu  ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian Bulan saat Matahari terbenam".

 

Berdasarkan posisi hilal saat Matahari terbenam di wilayah Yogyakarta dan beberapa bagian wilayah Indonesia maka baru pada syarat wujudul hilal sudah terpenuhi walaupun sebagian wilayah Timur syarat wujudul hilal belum terpenuhi karena hilal berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. Berdasarkan prinsip transfer wujudul hilal, maka seluruh kawasan Indonesia dinyatakan 'hilal telah wujud' sehingga awal bulan ditetapkan jatuh pada :

Selasa, 9 Juli 2013

 

4. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global

Universal Hejri Calendar (UHC) merupakan Kalender Hijriyah Global usulan dari Komite Mawaqit dari Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS) berdasarkan hasil Konferensi Ke-2 Atronomi Islam di Amman Jordania pada tahun 2001. Kalender universal ini membagi wilayah dunia menjadi 2 region sehingga sering disebut Bizonal Hejri Calendar. Zona Timur meliputi  180° BT ~ 20° BB sedangkan Zona Barat meliputi 20° BB ~ Benua Amerika. Adapun kriteria yang digunakan tetap mengacu pada visibilitas hilal (Limit Danjon).

 

Pada hari pertama ijtimak zone Barat maupun zone Timur walaupun cuma bagian selatan Afrika yang sudah masuk dalam kriteria Limit Danjon. Dengan demikian awal bulan di masing-masing zona akan jatuh pada :

 

Zona Timur :  Rabu, 10 Juli 2013

Zona Barat :  Selasa, 9 Juli 2013

 

5. Menurut Kriteria Rukyat Hilal Arab Saudi

Kurangnya pengetahuan tentang astronomi yang dimiliki oleh para perukyat sering menyebabkan terjadinya kesalahan identifikasi terhadap obyek yang disebut "Hilal". Klaim terhadap kenampakan hilal perukyat pada saat hilal masih berada di bawah "limit visibilitas" atau bahkan saat hilal sudah di bawah ufuk sering terjadi.  Sudah bukan berita baru lagi bahwa Saudi kerap kali melakukan istbat terhadap laporan rukyat yang "mustahil".

Saudi memiliki kalender resmi yang dinamakan kalender Ummul Qura. Kalender ini telah berkali-kali mengganti kriterianya dan diperuntukkan sebagai kalender untuk kepentingan non ibadah. Sementara untuk keperluan ibadah khususnya penetapan awal dan akhir Ramadhan serta awal Zulhijjah Saudi tetap menggunakan rukyat hilal sebagai dasar penetapannya. Sayangnya penetapan ini sering hanya  berdasarkan pada laporan rukyat dari seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap kebenaran laporan tersebut apakah sudah sesuai dengan kaidah-kaidah sains astronomi khususnya Teori Visibilitas Hilal. Dan sudah bisa ditebak jika laporan rukyat masih sesuai Kalender Ummul Qura maka dianggap sah.

 

 

Diagram ketinggian Hilal di Mekkah pada hari pertama ijtimak.

 

Menurut Kalender Ummul Qura Saudi :

Kalender ini digunakan Saudi bagi kepentingan publik non-ibadah. Kriteria yang digunakan adalah "Telah terjadi ijtimak dan bulan terbenam setelah matahari terbenam di Makkah" maka sore itu dinyatakan sebagai awal bulan baru. Pada hari pertama ijtimak/konjungsi kondisinya sudah memenuhi syarat. Dengan demikian awal bulan  jatuh pada :  Selasa, 9 Juli 2013

 

Menurut Kriteria Rukyatul Hilal Saudi :

Rukyatul hilal digunakan Saudi khusus untuk penentuan bulan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah. Kaidahnya sederhana "Jika ada laporan rukyat dari seorang atau lebih pengamat/saksi yang dianggap jujur dan bersedia disumpah maka sudah cukup sebagai dasar untuk menentukan awal bulan tanpa perlu perlu dilakukan uji sains terhadap kebenaran laporan tersebut".

Berdasarkan kalender Ummul Qura, rukyat di Saudi dilaksanakan pada Senin, 8 Juli 2013. Namun melihat posisi dan kedudukan hilal saat itu secara sains mustahil hilal dapat dirukyat di Saudi pada hari pelaksanaan rukyat tersebut.  Namun demikian bisa dipastikan akan ada yang mengaku berhasil rukyat sehingga diperkirakan awal bulan akan jatuh pada : Selasa, 9 Juli 2013

 

Namun jika ternyata tidak ada laporan rukyat berhasil seperti seharusnya, maka awal bulan tentunya akan jatuh pada: Rabu, 10 Juli 2013.

6. Kriteria Awal Bulan Negara-negara Lain

 

Seperti kita ketahui secara resmi Indonesia bersama Malaysia, Brunei dan Singapura lewat pertemuan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) telah menyepakati sebuah kriteria bagi penetapan awal bulan Komariyahnya yang dikenal dengan "Kriteria Imkanurrukyat MABIMS" yaitu umur bulan > 8 jam, tinggi bulan > 2° dan elongasi > 3°. Belakangan ternyata kriteria ini hanya digunakan oleh Indonesia dan Malaysia saja. Sementara Singapura menggunakan Wujudul hilal dan Brunei Darussalam menggunakan Rukyatul Hilal berdasar Teori Visibilitas. Namun berdasarakan pertemuan Penyelelarasan Rukyat dan Taqwim MABIMS di Bali pada 27-29 Juni 2012 lalu Indonesia, Malaysia, Singapuran dan Brunei diperkirakan akan mengawali Ramadhan secara serentak pada Rabu, 10 Juli 2013.

 

Menurut catatan Moonsighting Committee Worldwide ternyata penetapan awal bulan ini berbeda-beda di tiap-tiap negara. Ada yang masih teguh mempertahankan rukyatul hilal bil fi'li ada pula yang mulai beralih menggunakan hisab atau kalkulasi. Berikut ini beberapa gambaran penetapan awal bulan Komariyah yang resmi digunakan di beberapa negara :

  1. Rukyatul Hilal berdasarkan kesaksian Perukyat  (Qadi) serta dilakukan pengkajian ulang terhadap hasil rukyat secara ilmiah antara lain dilakukan oleh negara-negara : Banglades, India, Pakistan, Oman, Maroko, Trinidad dan Brunei Darussalam.

  2. Hisab dengan kriteria bulan terbenam setelah Matahari dengan  diawali ijtimak terlebih dahulu (moonset after sunset). Kriteria ini digunakan oleh  Saudi Arabia pada kalender Ummul Qura namun khusus untuk Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah menggunakan pedoman rukyat.

  3. Mengikuti Saudi Arabia misalnya negara : Qatar, Kuwait, Emirat Arab, Bahrain, Yaman dan Turki, Iraq, Yordania, Palestina, Libanon dan Sudan.

  4. Hisab bulan terbenam minimal 5 menit setelah matahari terbenam dan terjadi setelah ijtimak  digunakan oleh negara Mesir.

  5. Menunggu berita dari negeri tetangga --> diadopsi oleh Selandia Baru  mengikuti  Australia dan Suriname mengikuti negara Guyana.

  6. Mengikuti negara Muslim yang pertama kali berhasil rukyat  --> Kepulauan Karibia

  7. Hisab dengan kriteria umur bulan, ketinggian bulan atau selisih waktu terbenamnya bulan dan matahari --> diadopsi oleh Algeria, Turki, Tunisia dan Malaysia.

  8. Ijtimak Qablal Fajr atau terjadinya ijtimak sebelum fajar  diadopsi oleh negara Libya.

  9. Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam di Makkah dan bulan terbenam sesudah matahari terbenam di Makkah --> diadopsi oleh komunitas muslim di Amerika Utara dan Eropa (ISNA)

  10. Nigeria dan beberapa negara lain tidak tetap menggunakan satu kriteria dan berganti dari tahun ke tahun

  11. Menggunakan Rukyat Mata Telanjang : Namibia, Angola, Zimbabwe, Zambia, Mozambique, Botswana, Swaziland dan Lesotho.

  12. Jamaah Ahmadiyah, Bohra, Ismailiyah,  serta beberapa jamaah (tarekat) lainnya masih menggunakan hisab urfi yang sangat sederhana. 

 

 


Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia

 

Tanggal Rukyatul Hilal :

Semua kriteria menyimpulkan bahwa tanggal rukyatul hilal dilaksanakan pada :

Senin, 8 Juli 2013 @ Sunset

 

Saturday, 6 July 2013

Conjunctions dan Penggunannya

    Conjunction atau atau connector atau kata sambung adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan/menggabungkan kata dengan kata yang lain, phrase dengan phrase yang lain, atau clause dengan clause yang lain. Ada 3 tipe conjunctions: coordinating conjunctions, correlative conjunctions, dan subordinating conjunctions.
1). Coordinating conjunctions
Conjuctions ini digunakan untuk menggabungkan kata dengan kata yang lain, menggabungkan phrase dengan phrase yang lain, atau kalimat dengan kalimat yang lain. Yang dihubungkan oleh conjunction tipe ini harus merupakan element kalimat yang sama, misalnya: subject+subject, verb phrase+verb phrase, sentence+sentence.
Ada 7 coordinating conjunctions yaitu: for, and, nor, but, or, yet, so. Untuk mempermudah mengingatnya coba gunakan akronim ini: FANBOYS; F untuk for, A untuk and, N untuk nor, dan seterusnya.
Contoh:
1.    The boy keeps the lights on, for he is afraid of sleeping in the dark. (Anak itu membiarkan lampunya menyala karena dia takut tidur dalam keadaan gelap).
2.    He has one good dictionary and at least 3 good English books. (Dia punya 1 kamus bagus dan paling tidak 3 buku bahasa Inggris bagus).
3.    She is a vegetarian. She will not eat beef, nor will she eat chicken. (Dia seorang vegetarian. Dia tidak akan makan daging sapi, dia juga tidak akan makan daging ayam).
4.    She is cute but evil. (Dia cantik tapi jahat).
5.    Do you want to go with me or to stay home? (Apakah kamu mau ikut saya atau tinggal di rumah?).
6.    I didn’t study, yet I passed the exam. (Saya tidak belajar, tetapi saya lulus).
7.    My dad was very tired, so he went to bed earlier. (Papa saya sangat capek, oleh karena itu dia pergi tidur lebih awal).
Note:
•    Gunakan koma sebelum conjunction jika conjunction tersebut menggabungkan dua kalimat. Koma juga digunakan jika conjunctions menggabungkan lebih dari 2 kata atau phrase. Contoh: We studied math, physics, and chemistry last semester.
•    For juga berfungsi sebagai preposition. Sebagai preposisiton, for diikuti oleh noun. Contoh: I am waiting for a cab. (i.e. cab = taxi)
•    Yet juga berfungsi sebagai adverb. Contoh: I haven’t finished reading this article yet. Lihat penggunaan adverb yet pada pembahasan tentang present perfect tense.
•    So = as jika diikuti oleh adjective/adverb. Lihat penggunaannya pada pembahasan tentang comparisons.
2). Paired conjunctions/Correlative conjunctions
Conjunctions ini juga menggabungkan element-element kalimat seperti di atas. Bedanya adalah selalu digunakan secara berpasangan.
both…and    either…or
not only…but also    neither…nor
Contoh:
1.    Both my sister and my brother can play the guitar. My sister dan my brother dua-duanya bisa main gitar).
2.    He is not only handsome but also smart. (Dia bukan saja tampan tapi juga pintar). Note: jika not only diletakkan di awal kalimat, lakukan inversi terhadap auxiliary/be/do,does,did ke depan subject kalimat. Jadi kalimat ini juga dapat ditulis: Not only is he handsome but also smart.
3.    Either the students or the teacher is going to go to the museum tomorrow. (Baik murid-murid maupun guru akan pergi ke museum besok).
4.    Neither John, Sussie nor I have a good studying habit. (Baik John, Sussie maupun saya tidak punya kebiasaan belajar yang baik). Mungkin, belajarnya hanya jika ada ujian.
Note: Dengan perkecualian both…and, jika corrective conjunctions menggabungkan singular dan plural subjects, bentuk verb (apakah singular atau plural) ditentukan oleh subject yang paling dekat dengan (yang langsung diikuti oleh) verb tersebut.
Perhatikan: pada contoh 3 digunakan is going to (bukan are going to) karena langsung mengikuti the teacher (singular subject). Pada contoh 4 digunakan have (bukan has) karena langsung mengikuti I. Sekarang coba kita perhatikan penulisannya, ketika posisi subjectnya diputar:
1.    Either the teacher or the students are going to go to the museum tomorrow. (Baik guru maupun murid-murid akan pergi ke museum besok).
2.    Neither John, I nor Sussie has a good studying habit. (Baik John, saya maupun Sussie tidak punya kebiasaan belajar yang baik).
3). Subordinating conjunctions
Subordinating conjuctions adalah kata-kata yang dapat digunakan untuk membentuk adverbial clause (yang umumnya merupakan anak kalimat /subordinate clause) dari kalimat pokok (main clause). Jumlah conjunctions tipe ini sangat banyak dan pada umumnya adalah adverbs. Conjunction tipe ini dapat dikelompokkan menjadi 5, yaitu conjunction yang menyatakan waktu (time), sebab akibat (cause dan effect), makna berlawanan (opposition), tujuan (purpose), dan pengandaian (conditional).
a. Digunakan untuk menyatakan waktu (time).
Waktu
after (setelah)    till (hingga/sampai)    the first time (pertama kali)
before (sebelum)    as soon as (segera setelah)    the second time (kedua kali)
when (ketika)    once (segera setelah)    the last time (terakhir kali)
while (sementara)    as long as (sepanjang)    the next time (kali berikut)
as (sementara)    so long as (sepanjang)    by the time
since (sejak)    whenever (setiap kali)   
until (hingga/sampai)    every time (setiap kali)   
Contoh:
1.    We will play football after we finish doing the homework. (Kami akan main bola setelah kami selesai mengerjakan PR).
2.    Before they got married last month, they had been seeing each other for almost ten years. (Sebelum mereka kawin bulan lalu, mereka telah pacaran selama hampir 10 tahun).
3.    When I got home last night, someone was trying to break into my house. (Ketika saya tiba di rumah tadi malam, seseorang sedang mencoba masuk ke rumah saya). Note: Break into = masuk biasanya karena berniat jahat, i.e. mau mencuri, ect.)
4.    A friend of mine felt asleep on his desk while the teacher was teaching. (Teman saya tertidur di mejanya sementara pak guru menerangkan).
5.    She has turned into a different person since she became a famous artist. (Dia telah berubah menjadi orang yang berbeda sejak dia menjadi artis terkenal).
6.    I will keep studying hard until the final exam is over next week. (Saya akan terus belajar keras sampai ujian akhir selesai minggu depan).
7.    We will leave as soon as the rain stops. (Kita akan pergi/berangkat segera setelah hujan berhenti).
8.    As long as I live, I will never see your fucking ugly face again. (Selama saya hidup, saya tidak akan pernah mau lihat wajah kamu (yang sangat jelek) lagi). Subject ‘I’ sangat, sangat marah nih.
9.    Whenever I look at her picture, my heart beats fast. (Setiap kali saya pandang fotonya, jantung saya berdetak kencang).
10.    The first time we went to Bali, we went to Tanah Lot. (Pertama kali kami pergi ke bali, kami pergi ke Tanah Lot).
11.    The next time I play you, I will kick your ass. (Kali berikut saya main (lawan) kamu, saya akan kalahkan kamu. Note: kick your ass = kick your butt = mengalahkan. Sangat informal.
b. Digunakan untuk menyatakan sebab akibat (cause-effect).
Sebab akibat
because (karena)    inasmuch as (karena)    so…that (sehingga)
since (karena)    now that (karena sekarang)    such …that (sehingga)
as (karena)       
Contoh:
1.    He got an accident because he drove while he was drunk. (Dia mendapat kecelakaan karena dia nyetir sementara mabuk).
2.    I passed that course easily since the questions were very easy. (Saya lulus mata kuliah itu dengan mudah karena soal-soalnya sangat mudah).
3.    Now that the semester is finished, I am going to rest for a few days and then take a trip to Bali. (Karena sekarang semesteran sudah selesai, saya akan istrahat selama beberapa hari kemudian tamasya ke Bali).
4.    As she had nothing to do, she asked me to come over to her house. (Karena dia tidak ada yang dikerjakan, dia meminta saya pergi ke rumahnya).
5.    Inasmuch as the two countries’ leaders didn’t reach an agreement, the possibility of war between the two countries remains open. (Karena kedua kepala negara tidak mencapai suatu kesepakatan, kemungkinan adanya perang antara kedua negara tersebut masih tinggi).
6.    The coffee is so hot that I can’t drink it. (Kopinya begitu panas, oleh karena itu, saya tidak dapat meminumnya).
7.    He has such a nice body that a lot of girls are attracted to him. (Dia punya badan yang begitu bagus, oleh karena itu, banyak cewek yang tertarik padanya).
c. Untuk menyatakan makna yang berlawanan (opposition).
Makna yang Berlawanan
although (walaupun    even though (walaupun)    while (sedangkan)
though (walaupun)    whereas (sedangkan)    no matter (tidak memandang)
Contoh:
1.    Although he is not tall, he is a very good volleyball player. (Walaupun dia tidak tinggi, dia seorang pemain bola volley yang sangat hebat).
2.    Jenny is rich, whereas Joni is poor. (Jenny kaya sementara Joni miskin).
3.    No matter how hard I tried, the math problems couldn’t be solved. (Tidak memandang betapa kerasnya saya mencoba, soal-soal matematika itu tidak dapat dipecahkan/diselesaikan).
d. Untuk menyatakan tujuan (purpose).
Tujuan
in order to (agar)    in order (that) (agar)    so that (agar)
Contoh:
1.    During the class, we need to be quiet in order to be able to listen to what the teacher says.
2.    I turned off the TV so that my roommate could study well.
3.    I turned off the TV in order (that) my roommate could study well.
4.    They keep practicing their English in order (that) their English improves steadily. (Mereka terus berlatih bahasa Inggris agar bahasa Inggrisnya terus meningkat).
Note: a) in order to diikuti oleh verbs, sedangkan in order (that) dan so that diikuti oleh clause (i.e. S +V). b). Arti so that di sini berbeda dengan so that untuk menyatakan sebab akibat. Perhatikan juga perbedaan polanya.
e. Untuk menyatakan pengandaian (conditional).
Conditional
if (jika)    whether or not    in case (that) (jika)
unless (jika tidak)    even if (walaupun jika)    providing (that) = if or only if
only if (hanya jika)    in the event (that)    provided (that) = if or only if
Contoh:
1.    If my parents were not home, I would invite my friends to come over. (jika orangtua saya tidak di rumah, saya akan undang teman-teman saya datang ke rumah).
2.    I will go unless it rains. (Saya akan pergi jika tidak hujan). Note: unless = if…not. Jadi, kalimataya dapat ditulis menjadi: I will go if it doesn’t rain.
3.    I don’t care no more whether or not you want to study = I don’t care no more whether you want to study or not. (Saya tidak peduli lagi apakah kamu mau belajar atau tidak).
4.    I have decided to marry her. Even if my parents disagree, I am going to marry her. (Saya telah memutuskan untuk mengawininya. Walaupun jika orang tua saya tidak setuju, saya akan (tetap) mengawininya).
5.    I’ll be in the library in case you want to find me. Note: in case = if
6.    The general election will go to the second round only if no candidate gets 50% + 1 votes during the first round. (Pemilu akan masuk ke putaran kedua hanya jika tidak ada kandidat yang memiliki perolehan suara 50% + 1 waktu putaran pertama. Note: Jika only if diletakkan di awal kalimat, maka dilakukan inversi auxiliary/be/do,does,did) ke depan subject main clause. Kalimat ini dapat ditulis menjadi: Only if no candidate gets 50% + 1 votes will the general election go to the second round.


Hanya sekedar berbagi, tidak lebih. 

Thursday, 4 July 2013

Kampus yang penuh warna dan makna hanya BogorEduCARE

Halo pembaca blog sekalian, ngk bosen-bosennya nih saya posting di blog ini.
Hari ini saya akan berbagi kepada kalian semua tentang sebuah kampus yang tidak begitu terkenal yang berada di daerah cimahpar, saya juga akan menjelaskan tentang pertama kalinya saya melangkahkan kaki ke kampus tsb. Kampus ini bernama BogorEduCARE sebuah kampus dimana saya sekarang tercatat sebagai mahasiswa cawu ke-3 di kampus ini.
 Kampus ini bagi saya sangat bagus yah, karena di lihat dari mata kuliahnya, dosen-dosennya juga dan semuanya yang berhubungan dengan kampus ini saya rasa semua bagus. Bukan saya melebih-lebihkan tapi memamg kenyataannya seperti ini. Sebelum saya menerangkan lebih lanjut mengenai kampus saya ini mari cermati cerita perihal pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya di BogorEduCARE.
Kampus BogorEduCARE tampak luar
Kampus BogorEduCARE tampak dalam
Begini ceritanya, dulu waktu saya dinyatakan telah lulus dari sebuah sekolah menengah kejuruan di Bogor saya berniat untuk melanjutkan untuk kuliah, namun niat itu terpentok dengan keadaan ekonomi keluarga saya yang memang saat itu tidak bisa untuk membiayai biaya perkuliahan saya. Dari situ saya mulai berfikir, dan terus mencari informasi seputar kampus di Bogor dan sekitarnya. Akhirnya setelah lama mencari informasi, ada ibu dari saudara saya yang menyuruh saya untuk mencoba tes di kampus BogorEduCARE. Dia bilang kampus ini gratis, tanpa bayar sepeserpun.
            Saya di situ kaget, mana ada di jaman yang serba mahal gini ada lembaga pendidikan yang menawarkan bebas biaya perkuliahan saya mulai heran dan sedikit bengong, tapi pada akhirnya setelah saya menemukan sebuah brosur dan informasi-informasi di internet, akhirnya saya mengerti memang kalau BogorEduCARE ini membebaskan biaya perkuliahan bagi para mahasiswanya, karena program ini tentunya untuk para mahasiswa yang kurang biaya untuk kuliah.
Saya ingat betul ketika pertama kali saya datang ke BogorEduCARE yang bertempat di jalan Cikiray, Cimahpar. Dengan membawa sebuah map berisikan semua persyaratan yang harus saya penuhi saya dengan penuh semangat dan kekhawatiran karena ini kali pertama saya daftar ke sebuah institusi pendidikan tanpa di temani teman ataupun keluarga terdekat. Dari pintu gerbang saya masuk, sehingga sampailah saya di lobby kampus saya bingung disitu, karena mejanya kosong ngk ada yang jagain akhirnya saya tanya ke pa satpam yang saat itu lewat, dengan nada agak seperti marah dia memberi tahu kalau daftar disitu di meja dan saya di perintahkan untuk menunggu.
Setelah mengunggu beberapa menit, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki berbadan tinggi dan langsing, saat dia lewat rambutnya terbawa angin mirip seperti di film inikah rasanya, dan saya disitu waw cengo dan tiba-tiba dengan sigap saya menyerahkan map yang saya bawa ke kk itu yang saat ini saya kenal dengan sebutan Ka Chandra. Setelah semua persyaratan dipenuhi, lalu saya diberikan sepucuk kertas yang berisi nomor tes saya.
Singkat cerita setelah saya lama menunggu lama untuk tes, akhirnya tiba saatnya saya untuk tes. Semua tes telah saya lewati waktu demi waktu, dan Alhamdulillah sampai saat ini saya duduk santai untuk menulis cerita ini dan membagikannya kepada pembaca sekalian.
Patut saya beri tahu bahwa, BogorEduCARE adalah kampus yang sangat sangat bagus menurut saya, karena apa disini saya banyak belajar ilmu yang nantinya sangat bermanfaat untuk saya di kehidupan bermasyarakat ataupun bekerja nanti, di tambah lagi kemampuan berbahasa Inggris yang di ajarkan oleh dosen-dosen bermutu. Yang saya acungi jempol dari kampus ini adalah dari segi dosennya, mereka mengajarkan saya dan teman-teman saya dengan sangat baik, mereka tak henti-hentinya terus mensupport kami dan tentunya bila kami ada kesulitan, mereka siap sedia untuk membantu kami sebagai mahasiswa. Dari kampus ini saya banyak belajar, baik itu ilmu mata kuiah dan juga tentunya ilmu yang lain, seperti ilmu kekeluargaan, sosial, tanggung jawab, kejujuran dll.
Mungkin kalo di tuangkan ke secarik kertas 2 lembar tidak akan cukup untuk menggambarkan betapa bagusnya dan pedulinya kampus BogorEduCARE terhadap pendidikan masyarakat tidak mampu yang ada di kota Bogor dan sekitarnya.
Jadi untuk kamu-kamu yang merasa punya cita-cita yang tinggi dan kamu inigin melanjutkan kuliah tapi orang tua kamu tidak memiliki biaya yang cukup, pilihan yang sangat tepat sekali jika kamu memilih kampus BogorEduCARE sebgai kampus kamu. Kenapa saya bisa bilang seperti ini, karena saya sudah merasakan sendiri manfaatnya, dan kamu ngk usah kok lama-lama kuliah di BEC cuman 1,5 tahun aja masa belajarnya dan setelah itu kamu bisa langsung bekerja deh, enak kan??
Maka dari itu cepat segera datang dan daftar diri kamu ke kampus BogorEduCARE sebelum terlambat dan kamu menyesal nantinya, karena kesempatan tidak datang 2x.  Jangan lupa yaaah..!!

BogorEduCARE, a place where English improve your life