Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Saturday, 22 February 2014

Dia

     Dia yang selalu hadir dalam ingatan, Dia yang selalu terbesit dalam pikiran, Dia yang senyumnya membuatku terpanah, Dia yang tingkah lakunya membuatku merindukannya, Dia yang mempesona, Dia yang membuatku menjadi seperti ini. Aku tak tahu harus berbuat apa, disaat aku bersamanya aku merasa ada suatu hal yang berbeda yang tak kurasakan pada orang lain. Dia tampak tak begitu cantik bila dipandang mata ini, tapi entah mengapa Dia tampak sangat cantik bila dilihat dari mata hati ini. Mengapa ketika aku bersamanya aku merasa nyaman dan amat nyaman. Walau aku tahu aku tak begitu mengenal Dia sebegitu dalam, namun aku sangat ingin mengenal Dia lebih dalam lagi. 

     Dia pun sama tak mengenal diriku lebih dalam, namun aku pun ingin mengenalkan diriku lebih dalam lagi padanya. Aku ingin Dia dan diriku mengenal satu sama lain. Entah mengapa aku ingin melakukan ini, tapi satu alasanku adalah karena aku nyaman saat bersamanya bahkan disaat Dia menghubungiku, itulah saat dimana ia membuka semua pintu hatiku untuknya. Disaat aku bersamanya, berjalan bersamanya aku merasakan getaran berbeda entah apa itu aku pun tak tahu. Aku ingin melindunginya dari apapun dan dari siapapun yang akan membahayakannya. Maka dari itu aku selalu dan akan tetap selalu mendoakan keselamatannya karena aku mencintainya.
      Meskipun Dia jauh disana, aku tak tahu Dia dengan siapa dan apa yang Dia lakukan setiap hari, jam dan detiknya. Aku tak tahu rasa apa ini, apakah ini yang dinamakan cinta sejati, aku tak tahu namun yang jelas dan aku pun tak ingin mencari tahu. Dan yang kutahu saat ini aku mencintainya maka dari itu aku akan selalu mendoakan keselamatannya. Walau Dia jauh disana dan tak kunjung mendatangiku dan mengungkapkan rasa yang sama namun aku akan selalu membuka pintu hatiku untuknya. Namun hari yang kutunggu itu tak kunjung datang, hanya ada hari-hari yang terasa sepi tanpa kehadirannya. Aku hanya memikirkan dirinya, menunggu kehadirannya, menunggu hari itu tiba walaupun mungkin akan lama, tapi aku akan setia menunggu sampai Dia menyadari hal yang aku rasakan padanya dan saat bersamanya. Ku akan selalu membuka hatiku saat Dia datang dan saat Dia menerimaku. 
     Walau ku tahu aku tak sempurna tapi aku akan terus mencoba untuk sempurna meskipun aku tahu tak ada yang sempurna. Aku pun rela untuk menjadi sempurna demi Dia. Aku selalu berdoa kepada Tuhan semoga Dia menjadi jodohku dan nantinya menemaniku hingga akhir hayatku, membina sebuah keluarga yang bahagia dan membangun kebahagiaan bersama dengannya. Melewati semua cobaan, halangan dan rintangan yang akan menerpa. Bila ternyata Tuhan di dalam daftar jodonya-NYA tidak ada namaku dan nama Dia, aku memohon kepada Tuhan tolong untuk mengecek sekali lagi mungkin ada kesalahan, namun bila ternyata Dia berjodoh dengan orang lain tolong jauhkan dan aku mohon ganti dengan namaku. Itulah doa yang selalu dan terkadang aku panjatkan kepada Tuhan. 
     Mudah-mudahan Tuhan mengabulkan doaku, aku hanya bisa bersabar dan ikhlas atas apa yang akan terjadi nantinya. Namun aku coba untuk menjadi yang terbaik untuknya, walau aku tahu itu sulit namun aku akan tetap berusaha. Semoga Dia tahu apa yang kurasakan padanya dan Dia pun mengerti. Aku tak mencari sesuatu yang lebih darinya, aku hanya mencari rasa nyaman dan ingin kebahagiaan yang hakiki bila nanti aku bersamanya. Hanya Dia bukan yang lain, hanya ada Dia di hatiku satu untuk selamanya, The Onlyone that I Wanted, Just her not the other woman
Aku hanya lelaki yang mencari rasa nyaman dan kebahagiaan. Apapun alasanku, aku tak punya alasan mengapa aku begini karena cinta tak butuh alasan, hanya ada tujuan dan tujuannya yaitu untuk rasa nyaman dan kebahagiaan. Aku pun tak tahu apa arti cinta tapi aku ingin membangun cinta dan membuat sebuah istana cinta.
Dia yang membuatku seperti ini, membuatku seolah menemukan bidadari surga yang turun kebumi. Kamulah kamuku, bidadari surgaku.




Air Mata

     Air adalah sumber kehidupan, bahkan sepertiga dari Bumi adalah air. Maka dari itu, manusia sebagai makhluk Bumi sangat membutuhkan air dan mungkin bukan hanya manusia saja, tapi semua makhluk hidup yang ada di Bumi. Manusia itu juga terdiri dari air, seperti darah yang ada dalam tubuh yang bentuknya cairan. Dalam tubuh manusia itu perlu asupan air setiap harinya. Banyak air mengalir dan menetes. Kemunculan air sangat dinantikan banyak orang, namun ada air yang sangat jarang sekali keluar dan hanya di waktu tertentu saja. Air itu adalah Air Mata. Air Mata adalah air yang keluar dari mata seseorang karena hal-hal terentu dan terkadang menyangkut perasaannya. Air Mata ini bisa berarti dua kemungkinan. Kemungkianan pertama bila Air Mata menetes pada saat keadaan bahagia maka itu adalah Air Mata bahagia, seseorang yang meneteskan Air Mata bahagia adalah orang yang amat beruntung. 

     Kemungkinan kedua bila Air Mata menetes pada saat sedih maka itulah yang disebut Air Mata kesedihan, Air Mata kesedihan adalah Air Mata yang menetes dari mata seseorang ketika ia sedang bersedih. Air Mata kesedihan inilah yang terkadang membuat orang yang melihatnya terenyuh bahkan bisa ikut menangis. Tapi, dari kedua kemungkinan tersebut apabila ada seseorang yang melihat orang lain meneteskan Air Mata bahagia dan Air Mata kesedihan pasti akan ikut terbawa  suasana. Meskipun tetesannya hanya beberapa kali dan tidak sebesar dan sebanyak air laut, namun bila ada yang mengeluarkan Air Mata, anda pasti akan ikut terhanyut baik dalam kesedihan ataupun kegembiraan. Air Mata juga dapat meluluhkan orang lain yang melihatnya. 
     Ketika seorang ibu menangis di depan anaknya ketika anaknya melakukan kesalahan, anak itu lama kelamaan pasti akan luluh seketika dan akan meminta maaf kepada ibunya. Sama halnya ketika seorang istri menangis saat ia di marahi oleh suaminya, sang suami pasti tak tega melihat sang istri menangis dan pasti lama kelamaan pun juga akan meminta maaf atas perbuatannya itu.
      Banyak sekali sebenarnya cerita tentang Air Mata, yang bila orang melihatnya pasti akan terhanyut dalam suasana orang yang meneteskan Air Mata tersebut. Semua orang pasti pernah menangis, baik itu ketika ia masih kecil ataupun ketika ia sudah besar, ia pasti pernah mengalami hal tersebut. Proses menetesnya Air Mata dari mata seseorang disebut sebagai kegiatan menangis.
     Ada banyak orang yang gampang sekali menangis layaknya bintang film dan adapula orang yang sulit menangis , kalau tidak dalam keadaan tertentu saja. Jangan sekali-kali anda membuat orang lain menangis baik itu pasanganmu, ayahmu, keluargamu atau bahkan ibumu. Sekali anda membuat orang lain menangis maka anda akan menyesal seumur hidup bila anda tidak meminta  maaf tapi terkecuali Air Mata bahagia yang menetes dari orang itu, maka anda akan bangga pada diri anda sendiri. Apa yang anda lakukan saat ini adalah apa yang akan anda terima nantinya.


Hanya sekedar berbagi, tidak lebih.

Thursday, 13 February 2014

Demi Kesehatan Ayah

      Beberapa hari yang lalu saya melihat suatu program acara tv yang bertemakan Talkshow Kesehatan di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Acara itu tidak seperti biasanya yang saya lihat. Kali ini acara itu menayangkan cerita tentang seseorang Ayah yang menderita penyakit yang menyebabkan kerusakan pada hatinya sehingga ia harus bulak-balik ke rumah sakit tiap bulannya. Sang narasumber menceritakan bahwa ia sangat malu ketika harus meminta izin dari kantor setiap bulannya untuk pergi ke rumah sakit. Pada saat itu ia pun meminta saran dokter yang biasanya memberikan pengobatan kepada Bapak tersebut. Dokter tersebut mengatakan “bila Bapak sanggup saya sarankan untuk mencangkok hati dan mencari pendonor yang mau mendonorkan hatinya untuk bapak”. Bapak itu pun pulang ke rumah dan menceritakan apa yang disampaikan dokter tesebut kepada anak dan istrinya. Lalu tanpa dipinta oleh siapapun anak perempuan dari bapak itu, langsung menawarkan dirinya untuk menjadi donor untuk ayahnya. 


      Seketika sang ayah menangis dan tak bisa berkata apa-apa. Anak perempuan itu lalu meminta izin kepada ibunya mengenai hal itu, namun sang ibu tak tega sehingga tak mengindahkan permintaan anaknya itu. Semua yang dilakukan anaknya itu demi kesehatan ayahnya. Anak perempuan itu berkali-kali meminta izin kepada ibunya sampai kurang lebih 3x, hingga yang keempat kalinya sang ibu dengan berat hati sambil berlinang air mata ia akhirnya mengizinkan anaknya untuk mendonorkan sebagian hatinya untuk ayahnya walaupun dalam hati sang ibu ia merasa sangat berat mengatakan “iya” untuk permintaan anaknya tersebut. Itu semua demi kesehatan ayah. Selepas itu mereka bertiga sambil menangis saling berpelukan bersama.

      Sang ayah hanya bisa berkata “apapun keputusanmu ayah sangat menghargai itu, tapi apakah kamu yakin akan keputusanmu?”. Anak perempuan yang kini duduk di bangku kuliah itu berkata, “ayah, aku sudah bulat ingin menjadi donor untuk ayah apapun resikonya yang terjadi nanti kalau sampai perasi ini gagal dan aku meninggal, aku ikhlas karena bisa membantu ayah karena aku kasihan kepada ayah karena harus selalu bulak-balik ke rumah sakit. Inilah keputusanku dan pengorbananku untuk ayah, semuanya demi kesehatan ayah”. Sang ayah semakin sedih dan tak dapat berkata apa-apa. Dia hanya bisa merasa bangga atas apa yang dilakukan anak perempuannya, tapi ia juga tak tega sebenarnya. Sang ibu yang saat itu mendengar hal tersebut kemabli tidak bisa mencegah anak pertamanya untuk melakukan donor itu. Sang ibu hanya bisa menangis dan memeluk anaknya dengan sangat erat, keduanya saling berpelukan dan menangis.

      Kemudian diceritakan setelah musyawarah tersebut, akhirnya tiba waktunya untuk operasi cangkok hati. Dengan izin Tuhan, operasi itu berhasil dan setelah operasi itu sang anak merasa lemah tapi dengan sedikit kesadarannya itu ia ingin sekali menghampiri ayahnya yang sedang terbaring di ruangan lain, karena masih dalam pengaruh obat penenang. Anak perempuan tersebut ingin sekali menemui ayahnya dan meminta maaf kepada ayahnhya, ia takut kalau hari ini adalah hari dan saat-saat terkhir ia bersama dan bertemu ayahnya. Namun keinginannya itu terhambat karena ia tak cukup kuat untuk bangun dari tempat tidur. Di ruangan anak perempuan itu, ia melihat pasien-pasien lain disebelahnya satu persatu meninggal dunia dan ia takut kalau ia akan bernasib serupa.

      Tapi, Tuhan memang maha adil, sang anak perempuan itu ternyata secara berangsur-angsur mulai pulih. Setelah operasi tersebut, berhari-hari setelahnya sang ayah dan anak perempuannya meninggalkan rumah sakit, meskipun sang ayah harus melakukan beberapa terapi untuk mengembalikan fungsi hatinya yang telah dicangkok. Sang ayah mengatakan, setelah beberapa hari ia setelah operasi ia merasi seperti muda lagi dan sang anak yang mendonorkan setengah hatinya untuk ayahnya sekarang juga sudah kembali sehat, bahkan kegiatannya semakin bertambah dan ia baik-baik saja akan hal itu. Di acara itu sang pemabawa acara menanyakan kepada salah satu dokter spesialis hati yang saat itu hadir pula di acara tersebut.

      Pembawa acara menanyakan “apakah hati yang dicangkok itu bisa tumbuh kembali?”. Sang dokter mengatakan, tentu saja bisa tumbuh kembali dan waktunya kurang dari 2 bulan. Tuhan memang maha kuasa, anugerah Tuhan yang maha luar biasa. Sebuah pengorbanan sang anak terhadap ayahnya terbayar dengan manis. Saya melihat acara itu dan pengorbanan sang anak merasa itu adalah suatu hal yang besar dibandingkan dengan apa yang saya lakukan saat ini, saya merasa sebagai anak saya gagal untum memberikan yang terbaik untuk orang tua saya.

      Di saat itu air mata begitu saja menetes dari kedua bola mata saya dan saya tak mampu menahan rasa haru, karena saya merasa saya tak seberani anak perempuan itu atas pengorbanannya demi kesehatan ayahnya. Di bandingkan dengan saya, anak perempuan itu saya merasa sangat kecil dna tak berdaya apa-apa. Tapi saya berjanji pada diri saya sendiri saya akan berusaha untuk membahagiakan dan membuat orang tua saya bahagia .

      Banyak anak yang terkadang lupa akan membahagiakan orang tuanya masing-masing. Maka dari itu mulai saat ini saya mengajak kepada anda untuk melakukan hal yang sama. Kita mulai dari yang terkecil saja terlebih dahulu, walau belum bisa memberikan dan membantu lewat materi, kita bisa membantu dan membahagiakan orang tua kita dengan perbuatan kita dan tingkah laku kita terhadap mereka.








Hanya sekedar berbagi, tidak lebih.

Saturday, 11 January 2014

Teringat Masa Kecil

       Akhir-akhir ini disaat saya sedang libur kuliah, saya diberikan mandat oleh ibu saya untuk mengantarkan adik saya yang berusia kira-kira 6 tahun ke sekolah dasar yang letaknya tidak jauh dari rumah kami. Setiap pagi kira-kira pukul 7 pagi saya mengantar adik saya ini menggunakan sepeda motor. Tidak hanya itu, saya juga menjemput adik saya ketika pulang. Ketika saya sedang menunggu adik saya pulang, saya sering duduk di depan kelas tempat adik saya belajar. Di tempat duduk itu saya melihat banyak sekali naak-anak yang kira-kira umurnya 6-10 tahun. Mereka terlihat begitu senang tak terbebani dengan apapun. Mereka bercanda dengan temannya, berlarian, tertawa  bahkan ada yang menjahili temannya.


        Disaat saya duduk saya berfikir dan teringat masa kecil saya dulu, yang sama seperti halnya anak-anak itu. Mereka seperti seolah tidak mempunyai masalah dan beban dalam hidupnya, mereka bebas kesana-kemari tidak ada yang melarang, terkecuali orang tua mereka yang menunggu dan guru-guru di sekolah itu. Di tempat duduk yang sederhana itu saya terus membayangkan semasa kecil dulu dan terus saja berfikir mengenai apa yang anak-anak ini lakukan. Di sebelah kiri, saya meihat beberapa orang tua yang memberikan arahan kepada anak-anaknya, untuk tidak bercanda dengan temannya, ibunya juga mengancam kalau anaknya masih bercanda juga ia akan memulangkannya. Entah apakah itu sebuah ancamana atau hanya untuk menggertak anaknya agar lebih baik dan diam.

      Berbeda dengan sebelah kiri saya tadi, di sebelah kanan saya melihat seorang ibu yang memberi masukan agar tidak bermain dengan beberapa anak yang menurut sang ibu anak itu tidak baik untuk bermain dengan anaknya. Karena mungkin menurut ibunya itu, anak yang dilarang bermain dengan anaknya ini dia agak sedikit nakal dan tidak mau diam.Tak hanya itu sang ibu pun mengatakan anaknya ini seharusnya bermain dengan anak yang pintar agar anaknya ikut pintar juga. Setelah melihat dua kejadian yang berbebeda itu, terbesit dakam benak saya kalau orang itu sedikit memaksa anak mereka secara tidak langsung, walaupun nyatanya itu demi kebaikan anak mereka. Terkadang orang tua memaksakan kehendak mereka kepada anak mereka dengan alasan ini untuk kebaikan mereka, tapi terkadang apa yang mereka paksanakan tidak sesuai dengna kesukaan sang anak, yang nantinya bila sang anak berontak itu akan menjadi boomerang untuk orang tua itu sendiri.

      Teringat semasa kecil dulu, saya mengalami hal yang sama dengan anak-anak itu. Sekarang saya tersadar bahwa dulu orang tua saya memberi arahan yang tegas seperti halnya yang dilakukan para orang tua di sekolah itu, tidak lain tidak bukan adalah untuk mendidik anaknya dan menginginkan anaknya menjadi apa yang orang tuanya harapkan. Hal ini juga untuk kebaikan anaknya juga. Para orang tua melakukan hal-hal itu adalah untuk menjadikan anaknya lebih baik lagi daripada orang tuanya, itulah harapan para orang tua. 

      Saya baru tersadar sekarang, saya menyesal kenapa tidak dari dulu saya menyadari hal ini. Tapi tidak mengapa, lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Anda pasti merasakan apa yang saya rasakan saat ini. Maka dari itu, sebelum semuanya terlambat sadarilah dan renungkanlah akan hal ini. Sampai saat ini saya selalu teringat masa kecil saya. Masa dimana saya tidak mempunyai beban yang berat. Begitu indahnya masa kanak-kanak. Saya hanya berharap kepada anda yang membaca postingan ini, untuk tetap selalu menjaga anak-anak anda dan tidak semena-mena terhadap anak anda.






Sunday, 22 September 2013

Cerita dari seorang sahabat

    Saya mempunyai seorang sahabat dekat yang cukup akrab degngan saya. Dia sering sekali mencurahkan isi hatinya kepada saya, ia selalu berkata bahwa saya ini adalah seorang pendengar yang baik. Sahabat saya ini adalah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi sederhana yang berada di Bogor, saya tidak satu kampus dengan dia. Saya berteman dengannya sejak saya masuk bangku kuliah. Ia seorang teman yang sangat baik bagi saya namun selalu diliputi oleh setiap masalah dalam kehidupannya dan terkadang ia tidak bisa menyelesesaikannya dan meminta saran kepada saya. 
     Sahabat saya ini terkadang menemui saya untuk mencurahkan keluh kesahnya dan kali ini saya akan mencoba untuk mendeskripsikannya kepada anda tapi tentu saja hal ini sudah mendapat persetujuan dari sahabat saya ini. Disuatu ketika saya bertemu dengannya dan ia mulai menceritakan tentang masalahnya yang kini sedang ia alami. Ia berkata bahwa kali ini ia sedang mengalami masalah dengan teman-temannya yang sudah cukup lama ia kenal dan menurutnya teman-temannya adalah teman-teman terbaik yang ia miliki dimana hampir semuanya bersatu melebur dalam suatu kegembiraan dan kebersamaan. Ia sering sekali memuji mereka di hadapan mereka dan kepada saya. 
 
    Ia pikir setelah selama ini mencari suatu pertemanan yang seperti halnya kekeluargaan akhirnya sudah ia temukan. Tapi sayang, semuanya itu tidak bertahan lama hanya selang beberapa bulan kemudian, ia memberitahukan kepada saya bahwa kekeluargaan yang ia bangun bersama teman-temannya ini telah berubah dan seolah-olah retak dan beberapa bagian hancur tidak berbekas. Hampir disetiap pecahan itu berkumpul masing-masing menjadi sebuah bentuk baru dan itu tidak hanya satu, tapi cukup banyak. 
     Beberapa bentuk itu berdiri sendiri, tanpa mau kembali lagi bersatu menjadi bentuk awal yang utuh dan sempurna. Entah apakah benar beberapa dari bentuk itu tidak mau kembali seperti semula atau mungkin mereka ingin namun tidak berani dan terhalangi beberapa hal lain, sehingga seperti terlihat tidak mau kembali menyatu untuk dapat kembali ke bentuk awal. Itulah menurutnya masalah yang saat ini menganggu pikirannya dan terkadang selalu terbayang keadaan dimana ia dan teman-temannya ini saling berkumpul bersama tertawa gembira melebur dalam suatu ikatan. Ia mengatakan kepada saya, ia selalu rindu akan hal itu dan selalu saja teringat kebersamaan dengan teman-temannya ketika melihat foto-foto dulu. Ia sangat sedih dan terpukul akan hal ini, ia sendiri telah mencoba untuk membuat mereka bersatu lagi, namun tujuannya ini mungkin tidak sejalan dengan apa yang dipikirkan teman-temannya sehingga sahabat saya ini memutuskan untuk berhenti melakukannya dan mencoba untuk menghormati kebijakan, kesibukan, keseharian, dan privasi masing-masing temannya. Ia berpikir mungkin inilah jalan satu-satunya, karena percuma bila tadinya suatu api yang besar tiba-tiba padam dan hanya sebagian yang menyala tidak akan berhasil untuk membuat api yang besar lagi, perlu sekali bantuan dan dorongan agar nantinya api yang kecil dapat kembali menjadi besar. 
     Saya sebagai sahabat baiknya hanya bisa membuat teman saya tenang dan mendengarkan saja. Ada satu hal yang selalu sahabat saya harapkan dari teman-temannya yaitu agar mereka kembali bersatu lagi karena kalau boleh jujur sahabat saya ini adalah orang yang menyendiri. Di rumahnya ia tidak banyak memiliki teman yang bisa dikatakan mempunyai hal yang dimiliki teman-temannya dulu. Ia begitu kesepian hanya memiliki beberapa teman saja yang bisa dikatakan cocok dengannnya. Ia berkata terkadang di kampus ia merasa selalu sendirian hanya ditemani buku bacaan, buku tulis dan sebuah bolpoin. 
    Ia melihat disekitar kampus dan melihat beberapa temannya yang lain berkumpul dan tertawa gembira, ketika melihat hal itu dia sangat sedih namun tak bisa untuk mengungkapkannya apalagi melampiaskannya karena takut teman-temannya akan sedih juga. Ia hanya bisa membayangkan dan tersenyum manis kepada setiap orang karena ia ingin setiap orang yang ada di dekatnya merasa bahagia ujarnya kepada saya. Mungkin segitu saja hal yang bisa saya utarakan dari cerita sahabat saya, sebetulnya banyak hal yang sahabat saya ceritakan kepada saya mungkin saya akan membagikan yang lainnya kepada anda di lain waktu.
     Dari cerita sahabat saya ini, saya mengambil kesimpulan bahwa tidak selamanya teman itu sesuai dengan apa yang kita harapkan dan kita idam-idamkan. Kita harus pandai dalam memilih teman, bukan saya mengajarkan kepada anda untuk memilih-milih teman. Tapi dalam kenyataannya teman-teman dekat anda nantinya yang akan mengantarkan anda kepada pintu gerbang kesuksesan anda, dan ingat jangan memilih teman berdasarkan harta/kekayaan yang ia miliki karena suatu saat bisa saja ia lebih kaya dari anda. Maka dari itu pilihlah teman yang satu pemikiran dengan anda dan bisa membuuka wawasan anda dan juga ia memiliki teman-teman yang bisa membantu anda dalam meraih impian-impian anda.

 
 
 

Thursday, 25 July 2013

Peduli dan Berbagi

    Selamat pagi pembaca sekalian, diwaktu yang terus berjalan ini saya akan sedikit berbagi mengenai pengalaman saya sewaktu saya mengikuti dan menjadi anggota sebuah komunitas di kota Bogor. Walaupun saya sekarang sudah tidak terlalu aktif mengikuti kegiatan di komunitas ataupun hanya sekedar hadir saja.
    Komunitas itu kini terus berkembang, tapi belum mempunyai base camp  yg tepat. Dulu sewaktu saya masih menjadi anggota komnitas ini beranggotakan siswa dan siswi dari setiap saekolah di kota Bogor, entah itu SMP ataupun SMA. Semuanya menyatu dalam satu keanggotaan yg dikenal sebagai "Gerakan Seribu Cinta". Komunitas ini dulu dicetuskan oleh salah seorang petinggi BAZ kota Bogor. Beliau terbesit untuk membuat komunitas ini, karena BAZ sering sekali mendapati anyak wali murid tidak mampu yg mengeluhkan akan anaknya yg tidak bisa membayar iuran sekolah. Maka dari itu, beliau mengumpulkan orang-orang kepercayaannya lalu setelah itu baru siswa dan siswi dari setiap sekolah di kota Bogor di kumpulkan dan terbentuklah hingga saat ini komunitas yg sering disebut dengan Gebu Cinta.


logo Gebu Cinta
    Gebu Cinta membawa pengaruh yg sangat berarti bagi saya, membuat hdiup saya berbeda dari biasanya. Disini saya menemukan jati diri saya, ketika saya berbagi ke orang yg notabennya kurang mampu terasa sangat senang sekali dalam diri saya, saya tidak tahu apa yg saya dapatkan pada saat itu, sehingga saya sangat senang sekali padahal secara logika saya tidak mendapatkan sesuatu yg saya suka, tetapi entah mengapa ketika saya melakukan setiap kegiatan bersama Gebu Cinta saya terdorong untuk melakukannya lagi dan lagi, layaknya orang yg sedang kecanduan narkoba ataupun pemabuk yg ingin terus mabuk. Inikah indahnya peduli dan berbagi.
Itu mungkin hanya segelintir kecil hal yg saya dapatkan dari Gebu Cinta. Ada satu hal lagi yg saya tidak akan pernah lupa terhadap Gebu Cinta, yaitu Gebu Cinta itu telah merubah saya yg dulu hanya anak/orang yg pemalu, kekanak-kanakan, tidak percaya diri, pendiam, dan hanya bersembunyi di belakang layar.
    Tetapi ketika saya bergabung ke Gebu Cinta lama kelamaan semua rasa itu hilang terkikis oleh lingkungan yg mendorong saya untuk lebih baik lagi kedepannya. Saya rasa Gebu Cinta telah merubah saya yg biasa ini menjadi luar biasa hingga mampu seperti sekarang ini. Semua itu tidak akan mudah bila anda berfikir sejenak kalau saya itu hanya melakukan hal yg tidak perlu. Perlu saya tekankan disini bahwa saya bisa seperti ini karena Gebu Cinta banyak sekali mengadakan kegiatan-kegiatan yg bermanfaat baik untuk saya ataupun anda-anda yg mungkin belum terlalu mengenal diri anda. Setelah saya dulu rutin di Gebu Cinta saya dapat mengembangkan kreativitas saya dan rasa sosial dan kemanusiaan yg ada pada diri saya semakin meningkat dengan seiring berjalannya waktu.
     Seperti halnya judul postingan ini, kata itu yg selalu saya ingat dalam benak saya, yaitu Peduli dan Berbagi. Kata itu adalah slogan dari Gebu Cinta, dan mungkin artinya itu adalah bahwa Gebu Cinta itu peduli terhadap sesama dan bentuk kepeduliannya itu diwujudkan dengan berbagi kepada orang-orang yg membutuhkan uluran tangan.
    Banyak hal yg tidak bisa saya lupakan dari komunitas yg tidak sengaja telah membesarkan nama saya, kenapa saya bilang seperti itu karena semenjak saya masuk Gebu Cinta, saya dikenal oleh teman-teman dari berbagai sekolah lain di kota Bogor. Saya bersyukur sekalu pernah menjadi bagian dari Gebu Cinta dan akan tetap seperti itu, walaupun kenyataanya saya sudah jarang mengikuti aktitivitas-aktivitas Gebu Cinta ataupun hanya sekedar hadir saja.
    Saya mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada Gebu Cinta yg telah merubah cara pandang saya, dan juga saya berterima kasih kepada orang-orang yg memang berjasa mengubah saya dari yg biasa menjadi luar biasa seperti sekarang ini. Saya mempunya tiga orang disini, yg bertindak sebagai mentor saya sewaktu di Gebu Cinta, mereka ini yg selalu mensupport kami (Gebu Cinta) dan selalu memberikan arahan dan masukan agar kami lebih baik lagi nantinya. Tiga orang ini juga berjasa bagi saya, dalam pembentukan karakter saya, tiga orang ini adalah Kang Lutfi, Mba Widya, dan Kang Ara. Tidak hanya mereka masih banyak sekali orang yg terlibat dalam hal ini, dan juga tentunya teman-teman saya di Gebu Cinta yg tidak bisa saya sebutkan satu per satu namanya, namun tidak mengurangi rasa kekaguman saya kepada kalian.


Baca juga pengalaman saya bersama Bulan Ramadhan

Sumber Video dari salah seorang teman,

Wednesday, 24 July 2013

Indahnya Bulan Ramadhan

Selamat malam pembaca sekalian, kali ini saya akan sedikit berbagi tentang indahnya bulan Ramadhan. Cerita ini berdasarkan pengalaman saya sewaktu berbuka puasa bersama teman-teman saya di kampus.

Kemarin 2 hari berturut-turut tepatnya pada tanggal 22 dan 23 Juli 2013 saya melaksanakan kegiatan tersebut. Anda tentunya sudah sering melakukan hal ini, dan anda pastinya akan bertanya, kenapa hal yg sepele seperti ini harus di posting dan di share di blog untuk di baca masyarakat umum. Jawabannya adalah simple saja, saya hanya ingin membagi kepada anda betapa indahnya suatu kebersamaan yg terjalin antar sesama teman. 

Di artikel ini  saya sama sekali bermaksud untuk sombong atau malahan untuk promosi kampus saya sekarang ini. Itu tidak ada sangkut pautnya sama sekali, saya hanya berniat untuk membagikan pengalaman saya kepada anda. 

 

Indahnya Ramadhan saya rasakan 2 malam itu, dimana rasa suka, tawa, canda dan duka semua melebur menjadi satu rasa yaitu kebersamaan yang begitu hangat dan erat. Padahal malam itu, kami hanya berbuka dengan menu seadanya, tapi kami menikmati semua itu dengan penuh riang gembira, kami tidak memikirkan lagi tentang hidangan yg disajikan  dan sedikit masalah dengan salah satu tokoh disana (bisa di bilang sebagai kepala dapur) saat membuat hidangan yg kami santap malam itu. Semuanya kami rasa adalah halang rintang untuk mendapatkan suatu kenikmatan yg tiada tara, walaupun hanya beralaskan daun pisang sebagai alas makan tapi kami tetap menikmati suasana tersebut.

Di malam itu pun, tidak hanya ada saya dan semua anggota kelas saya. Ternyata banyak juga teman-teman saya dari kelas lain yg memang sama dengan kami, yaitu sedang mengadakan berbuka puasa bersama di kampus. Ternyata tidak hanya kelas kami saja, yg menghadirkan tawa dan canda tapi juga dari kelas lain. Saya malam itu berfikir sambil memakan hidangan dan berkata dalam hati saya "Inikah indahnya bulan Ramadhan yg di campur dengan kebersamaan?". Begitu terasa kebersamaan antar sesama mahasiswa. 

Tidak hanya itu, di 2 malam itu saya merasakan hal yg sangat berbeda dari biasanya, rasa itu saya temukan ketika saya mengajak orang lain di luar anggota kelas saya untuk ikut menikmati hidangan seadanya bersama kami. Indahnya Ramadhan ditambah dengan indahnya berbagi menjadi satu kesatuan yg utuh dan lengkap menjadi satu paket. Begitu indahnya Bulan Ramadhan itu, saya mungkin belum tentu dapat merasakan hal yg sama di bulan berbeda. Saya berharap bulan Ramadhan tidak menjadi bulan Ramadhan terakhir saya, karena saya masih sangat ingin sekali meraskan hal yg luar biasa di tahun depan. 

Semoga anda mendapatkan hal yg sama sengan saya. Saya mohon maaf bila ada kata-kata yg kurang berkenan. Terima kasih.

Hanya sekedar berbagi, tidak lebih. 

 

Sumber gambar dari sini

Thursday, 6 June 2013

Pengalaman jalan-jalan ke Curug Cibeureum Cipanas

        Hari ini saya akan sedikit cerita pengalaman saya sewaktu liburan yg lalu iseng-iseng diajak teman untuk berlibur ke Puncak. Hari itu hari Minggu, tanggal dan jamnya saya tidak tau pasti tapi yg jelas sih hari itu dimana saya bisa hang out ke Puncak. Menurut kalian mungkin itu hal yg biasa yah buat kalian yg sering jalan-jalan ke Puncak. Tapi berbeda dengan saya, hari itu menjadi hari yg paling menjadi pengalaman yg mungkin sukar untuk dilupakan, terserah kalian mau bilang saya norak atau segala macam. Karena kenapa saya bisa bilang ini jadi cerita yg sukar untuk dilupakan, karena hari itu dimana saya pergi bersama teman-teman saya yg dirumah menggunakan Mobil Sewaan yg bisa dibilang mobilnya pastilah baguskan, daripada naik angkot atau bis yg biasa ada disekitar kota Bogor.
       Langsung ke inti ceritanya, hari itu saya diajak teman saya. Saya berangkat pagi-pagi dari rumah naik mobil yg disupiri oleh pacarnya teman saya. Saya bersama teman-teman saya yg lain cuman numpang duduk manis aja. Di perjalanan kami tidak tahu tuh mau jalan-jalan ke daerah mana,tetapi pada saat di dalam mobil kami sepakat untuk menentukannya nanti di Puncak. Setelah lama-lama berjalan, sampailah kami di rumah makan Rindu Alam yg memang terkenal dengan pemandangan di tempat parkirannya yg bagus. Kami bisa melihat kebun teh yg ada disekitar areal Puncak. Sesampainya disana, kami semua turun dari mobil lalu mencoba untuk jalan-jalan sebentar dan  sekalian meregangkan kaki yg memang sudah beberapa jam duduk. Kami akhirnya  berjalan ke bukit-bukit disekitar TELAGA WARNA sehabis itu langsung foto-foto dll.   
        
          Selesai dari jalan-jalan ditempat itu. Saya  bersama teman-teman saya langsung naik lagi ke mobil dan merencanakan mau kemana sih kita sehabis ini. Akhirnya semua sepakat untuk pergi ke Kebun Raya Cibodas. Nah lalu  kami jalan dan jalan terus sampai akhirnya sampai di areal Kebun Raya Cibodas dari situ saya berbicara pada teman-teman saya, daripada kita cuman main ke Kebun Raya aja mendingan kita lihat Curug Cibeureum yg terkenal indah dan besar (air terjunnya). Dari areal pintu masuk Kebun Raya Cibodas kami berjalan terus dan sampailah di pintu masuk Taman Nasional Gn. Gede Pangrango. Nah untuk masuk ke areal Curug Cibeureum kami harus memanjat  sekitar 2 Km dan kami dihitung sebagai pendaki yg artinya kami harus membayar uang pendakian sekitar Rp. 3000/orang, oh iyah sebelum masuk ke Kebon Raya Cibodas juga kami dipintai tarif  karcis sebesar Rp. 3000/orang dan semua itu dibayar oleh “Pacarnya teman saya” yah saya hanya bisa bersyukur aja, tapi terkadang juga ada rasa tidak  enak , takutnya kan ngerepotin yah (sadar diri).
          Sehabis bayar di pintu masuk, kami mutusin untuk istirahat makan dulu. Lalu sehabis makan barulah kani mendaki ke atas dan itu memakan waktu sekitar 1 jam lamanya, dan jalan berbatu yang lumayan sulit jadi, kami berjuang sekuat tenaga untuk menuju tempat air terjun. Setelah perjalanan yang melelahkan semua jerih payah kami  terbayar pada saat sampai ke Air Terjun yaitu Curug Cibeureum. Pemandangan yg sangat indah ditunjukan oleh air terjun tsb,  rasanya pendakian lama, rasa lelah kami tidak  terasa selepas  kami melihat pemandangan dari Air terjun. Itulah cerita saya  sewaktu liburan kemarin ke Curug Cibeureum Cipanas bersama teman-teman saya, ingin rasanya kembali lagi ke tempat indah itu. Cerita yg aneh dan agak norak emang tapi tidak apa-apa lah toh saya ini kenapa kalian harus repot hehe.
Selesai