Showing posts with label Pengalaman. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman. Show all posts

Saturday, 22 February 2014

Merindukan Rumah

     Rumah adalah tempat dimana semua keluarga berkumpul. Rumah bisa berada dimanapun dan rumah adalah tempat yang paling menyenangkan. Namun terkadang ada suatu ketika kita harus meninggalkan rumah untuk mencari biaya hidup ataupun menuntut ilmu. Ada yang jauh dan adapula yang dekat, ada yang cepat kembali dan adapula yang sangat lama bahkan sampai tidak kembali lagi ke rumah. Pengalaman keluar rumah, itulah yang saya rasakan ketika saya berada jauh dari rumah dan saya banyak mendapatkan pengalaman baru. 

     Namun, ada suatu ketika dimasa saya rindu dan amat sangat merindukan keluarga dan bahkan rumah saya. Ketika perasaan rindu itu datang, saya hanya bisa memikirkan masa-masa saat dimana saya berkumpul bersama keluarga dan bercengkrama bersama. Saat-saat itulah yang paling dirindukan dari rumah, walaupun terkadang ibu saya sering sekali menghubungi saya melalui handphone tapi terkadang tetap saja kerinduan itu kadang tak terobati bahkan terkadang tak terbendung. Saya pun mengerti kalau saya harus professional dalam meraih cita-cita dan pendidikan saya. 
     Namun dibalik kerinduan yang tak terobati itu saya mendapat banyak sekali hikmah dan pelajaran yang dapat saya ambil untuk kehidupan saya kedepannya. Saat saya jauh dari rumah, saya melihat ke sekeliling tempat kost saya, lalu saya berfikir dan mendapat kesimpulan bahwa inilah gaya orang-orang yang hidup di kota besar. Sejuta lika-liku mereka hadapi di setiap harinya. Inilah hiruk pikuk hidup di kota besar, sempat terbesit di pikiran saya untuk tinggal di pedesaan saja yang jauh dari hiruk pikuk dunia kota besar.
     Merindukan rumah membuat saya tegar dan banyak belajar dari apapun yang saya lakukan sehari-hari. Merindukan rumah membuat saya menjadi lebih mandiri dan mengambil setiap nilai positif dan negative dari setip kehidupan orang. Merindukan rumah membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Merindukan rumah, saya akan selalu merindukan rumah dan saya akan terus belajar dari setiap kegiatan yang saya jalani.


Air Mata

     Air adalah sumber kehidupan, bahkan sepertiga dari Bumi adalah air. Maka dari itu, manusia sebagai makhluk Bumi sangat membutuhkan air dan mungkin bukan hanya manusia saja, tapi semua makhluk hidup yang ada di Bumi. Manusia itu juga terdiri dari air, seperti darah yang ada dalam tubuh yang bentuknya cairan. Dalam tubuh manusia itu perlu asupan air setiap harinya. Banyak air mengalir dan menetes. Kemunculan air sangat dinantikan banyak orang, namun ada air yang sangat jarang sekali keluar dan hanya di waktu tertentu saja. Air itu adalah Air Mata. Air Mata adalah air yang keluar dari mata seseorang karena hal-hal terentu dan terkadang menyangkut perasaannya. Air Mata ini bisa berarti dua kemungkinan. Kemungkianan pertama bila Air Mata menetes pada saat keadaan bahagia maka itu adalah Air Mata bahagia, seseorang yang meneteskan Air Mata bahagia adalah orang yang amat beruntung. 

     Kemungkinan kedua bila Air Mata menetes pada saat sedih maka itulah yang disebut Air Mata kesedihan, Air Mata kesedihan adalah Air Mata yang menetes dari mata seseorang ketika ia sedang bersedih. Air Mata kesedihan inilah yang terkadang membuat orang yang melihatnya terenyuh bahkan bisa ikut menangis. Tapi, dari kedua kemungkinan tersebut apabila ada seseorang yang melihat orang lain meneteskan Air Mata bahagia dan Air Mata kesedihan pasti akan ikut terbawa  suasana. Meskipun tetesannya hanya beberapa kali dan tidak sebesar dan sebanyak air laut, namun bila ada yang mengeluarkan Air Mata, anda pasti akan ikut terhanyut baik dalam kesedihan ataupun kegembiraan. Air Mata juga dapat meluluhkan orang lain yang melihatnya. 
     Ketika seorang ibu menangis di depan anaknya ketika anaknya melakukan kesalahan, anak itu lama kelamaan pasti akan luluh seketika dan akan meminta maaf kepada ibunya. Sama halnya ketika seorang istri menangis saat ia di marahi oleh suaminya, sang suami pasti tak tega melihat sang istri menangis dan pasti lama kelamaan pun juga akan meminta maaf atas perbuatannya itu.
      Banyak sekali sebenarnya cerita tentang Air Mata, yang bila orang melihatnya pasti akan terhanyut dalam suasana orang yang meneteskan Air Mata tersebut. Semua orang pasti pernah menangis, baik itu ketika ia masih kecil ataupun ketika ia sudah besar, ia pasti pernah mengalami hal tersebut. Proses menetesnya Air Mata dari mata seseorang disebut sebagai kegiatan menangis.
     Ada banyak orang yang gampang sekali menangis layaknya bintang film dan adapula orang yang sulit menangis , kalau tidak dalam keadaan tertentu saja. Jangan sekali-kali anda membuat orang lain menangis baik itu pasanganmu, ayahmu, keluargamu atau bahkan ibumu. Sekali anda membuat orang lain menangis maka anda akan menyesal seumur hidup bila anda tidak meminta  maaf tapi terkecuali Air Mata bahagia yang menetes dari orang itu, maka anda akan bangga pada diri anda sendiri. Apa yang anda lakukan saat ini adalah apa yang akan anda terima nantinya.


Hanya sekedar berbagi, tidak lebih.

Thursday, 13 February 2014

Demi Kesehatan Ayah

      Beberapa hari yang lalu saya melihat suatu program acara tv yang bertemakan Talkshow Kesehatan di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Acara itu tidak seperti biasanya yang saya lihat. Kali ini acara itu menayangkan cerita tentang seseorang Ayah yang menderita penyakit yang menyebabkan kerusakan pada hatinya sehingga ia harus bulak-balik ke rumah sakit tiap bulannya. Sang narasumber menceritakan bahwa ia sangat malu ketika harus meminta izin dari kantor setiap bulannya untuk pergi ke rumah sakit. Pada saat itu ia pun meminta saran dokter yang biasanya memberikan pengobatan kepada Bapak tersebut. Dokter tersebut mengatakan “bila Bapak sanggup saya sarankan untuk mencangkok hati dan mencari pendonor yang mau mendonorkan hatinya untuk bapak”. Bapak itu pun pulang ke rumah dan menceritakan apa yang disampaikan dokter tesebut kepada anak dan istrinya. Lalu tanpa dipinta oleh siapapun anak perempuan dari bapak itu, langsung menawarkan dirinya untuk menjadi donor untuk ayahnya. 


      Seketika sang ayah menangis dan tak bisa berkata apa-apa. Anak perempuan itu lalu meminta izin kepada ibunya mengenai hal itu, namun sang ibu tak tega sehingga tak mengindahkan permintaan anaknya itu. Semua yang dilakukan anaknya itu demi kesehatan ayahnya. Anak perempuan itu berkali-kali meminta izin kepada ibunya sampai kurang lebih 3x, hingga yang keempat kalinya sang ibu dengan berat hati sambil berlinang air mata ia akhirnya mengizinkan anaknya untuk mendonorkan sebagian hatinya untuk ayahnya walaupun dalam hati sang ibu ia merasa sangat berat mengatakan “iya” untuk permintaan anaknya tersebut. Itu semua demi kesehatan ayah. Selepas itu mereka bertiga sambil menangis saling berpelukan bersama.

      Sang ayah hanya bisa berkata “apapun keputusanmu ayah sangat menghargai itu, tapi apakah kamu yakin akan keputusanmu?”. Anak perempuan yang kini duduk di bangku kuliah itu berkata, “ayah, aku sudah bulat ingin menjadi donor untuk ayah apapun resikonya yang terjadi nanti kalau sampai perasi ini gagal dan aku meninggal, aku ikhlas karena bisa membantu ayah karena aku kasihan kepada ayah karena harus selalu bulak-balik ke rumah sakit. Inilah keputusanku dan pengorbananku untuk ayah, semuanya demi kesehatan ayah”. Sang ayah semakin sedih dan tak dapat berkata apa-apa. Dia hanya bisa merasa bangga atas apa yang dilakukan anak perempuannya, tapi ia juga tak tega sebenarnya. Sang ibu yang saat itu mendengar hal tersebut kemabli tidak bisa mencegah anak pertamanya untuk melakukan donor itu. Sang ibu hanya bisa menangis dan memeluk anaknya dengan sangat erat, keduanya saling berpelukan dan menangis.

      Kemudian diceritakan setelah musyawarah tersebut, akhirnya tiba waktunya untuk operasi cangkok hati. Dengan izin Tuhan, operasi itu berhasil dan setelah operasi itu sang anak merasa lemah tapi dengan sedikit kesadarannya itu ia ingin sekali menghampiri ayahnya yang sedang terbaring di ruangan lain, karena masih dalam pengaruh obat penenang. Anak perempuan tersebut ingin sekali menemui ayahnya dan meminta maaf kepada ayahnhya, ia takut kalau hari ini adalah hari dan saat-saat terkhir ia bersama dan bertemu ayahnya. Namun keinginannya itu terhambat karena ia tak cukup kuat untuk bangun dari tempat tidur. Di ruangan anak perempuan itu, ia melihat pasien-pasien lain disebelahnya satu persatu meninggal dunia dan ia takut kalau ia akan bernasib serupa.

      Tapi, Tuhan memang maha adil, sang anak perempuan itu ternyata secara berangsur-angsur mulai pulih. Setelah operasi tersebut, berhari-hari setelahnya sang ayah dan anak perempuannya meninggalkan rumah sakit, meskipun sang ayah harus melakukan beberapa terapi untuk mengembalikan fungsi hatinya yang telah dicangkok. Sang ayah mengatakan, setelah beberapa hari ia setelah operasi ia merasi seperti muda lagi dan sang anak yang mendonorkan setengah hatinya untuk ayahnya sekarang juga sudah kembali sehat, bahkan kegiatannya semakin bertambah dan ia baik-baik saja akan hal itu. Di acara itu sang pemabawa acara menanyakan kepada salah satu dokter spesialis hati yang saat itu hadir pula di acara tersebut.

      Pembawa acara menanyakan “apakah hati yang dicangkok itu bisa tumbuh kembali?”. Sang dokter mengatakan, tentu saja bisa tumbuh kembali dan waktunya kurang dari 2 bulan. Tuhan memang maha kuasa, anugerah Tuhan yang maha luar biasa. Sebuah pengorbanan sang anak terhadap ayahnya terbayar dengan manis. Saya melihat acara itu dan pengorbanan sang anak merasa itu adalah suatu hal yang besar dibandingkan dengan apa yang saya lakukan saat ini, saya merasa sebagai anak saya gagal untum memberikan yang terbaik untuk orang tua saya.

      Di saat itu air mata begitu saja menetes dari kedua bola mata saya dan saya tak mampu menahan rasa haru, karena saya merasa saya tak seberani anak perempuan itu atas pengorbanannya demi kesehatan ayahnya. Di bandingkan dengan saya, anak perempuan itu saya merasa sangat kecil dna tak berdaya apa-apa. Tapi saya berjanji pada diri saya sendiri saya akan berusaha untuk membahagiakan dan membuat orang tua saya bahagia .

      Banyak anak yang terkadang lupa akan membahagiakan orang tuanya masing-masing. Maka dari itu mulai saat ini saya mengajak kepada anda untuk melakukan hal yang sama. Kita mulai dari yang terkecil saja terlebih dahulu, walau belum bisa memberikan dan membantu lewat materi, kita bisa membantu dan membahagiakan orang tua kita dengan perbuatan kita dan tingkah laku kita terhadap mereka.








Hanya sekedar berbagi, tidak lebih.

Saturday, 11 January 2014

Teringat Masa Kecil

       Akhir-akhir ini disaat saya sedang libur kuliah, saya diberikan mandat oleh ibu saya untuk mengantarkan adik saya yang berusia kira-kira 6 tahun ke sekolah dasar yang letaknya tidak jauh dari rumah kami. Setiap pagi kira-kira pukul 7 pagi saya mengantar adik saya ini menggunakan sepeda motor. Tidak hanya itu, saya juga menjemput adik saya ketika pulang. Ketika saya sedang menunggu adik saya pulang, saya sering duduk di depan kelas tempat adik saya belajar. Di tempat duduk itu saya melihat banyak sekali naak-anak yang kira-kira umurnya 6-10 tahun. Mereka terlihat begitu senang tak terbebani dengan apapun. Mereka bercanda dengan temannya, berlarian, tertawa  bahkan ada yang menjahili temannya.


        Disaat saya duduk saya berfikir dan teringat masa kecil saya dulu, yang sama seperti halnya anak-anak itu. Mereka seperti seolah tidak mempunyai masalah dan beban dalam hidupnya, mereka bebas kesana-kemari tidak ada yang melarang, terkecuali orang tua mereka yang menunggu dan guru-guru di sekolah itu. Di tempat duduk yang sederhana itu saya terus membayangkan semasa kecil dulu dan terus saja berfikir mengenai apa yang anak-anak ini lakukan. Di sebelah kiri, saya meihat beberapa orang tua yang memberikan arahan kepada anak-anaknya, untuk tidak bercanda dengan temannya, ibunya juga mengancam kalau anaknya masih bercanda juga ia akan memulangkannya. Entah apakah itu sebuah ancamana atau hanya untuk menggertak anaknya agar lebih baik dan diam.

      Berbeda dengan sebelah kiri saya tadi, di sebelah kanan saya melihat seorang ibu yang memberi masukan agar tidak bermain dengan beberapa anak yang menurut sang ibu anak itu tidak baik untuk bermain dengan anaknya. Karena mungkin menurut ibunya itu, anak yang dilarang bermain dengan anaknya ini dia agak sedikit nakal dan tidak mau diam.Tak hanya itu sang ibu pun mengatakan anaknya ini seharusnya bermain dengan anak yang pintar agar anaknya ikut pintar juga. Setelah melihat dua kejadian yang berbebeda itu, terbesit dakam benak saya kalau orang itu sedikit memaksa anak mereka secara tidak langsung, walaupun nyatanya itu demi kebaikan anak mereka. Terkadang orang tua memaksakan kehendak mereka kepada anak mereka dengan alasan ini untuk kebaikan mereka, tapi terkadang apa yang mereka paksanakan tidak sesuai dengna kesukaan sang anak, yang nantinya bila sang anak berontak itu akan menjadi boomerang untuk orang tua itu sendiri.

      Teringat semasa kecil dulu, saya mengalami hal yang sama dengan anak-anak itu. Sekarang saya tersadar bahwa dulu orang tua saya memberi arahan yang tegas seperti halnya yang dilakukan para orang tua di sekolah itu, tidak lain tidak bukan adalah untuk mendidik anaknya dan menginginkan anaknya menjadi apa yang orang tuanya harapkan. Hal ini juga untuk kebaikan anaknya juga. Para orang tua melakukan hal-hal itu adalah untuk menjadikan anaknya lebih baik lagi daripada orang tuanya, itulah harapan para orang tua. 

      Saya baru tersadar sekarang, saya menyesal kenapa tidak dari dulu saya menyadari hal ini. Tapi tidak mengapa, lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Anda pasti merasakan apa yang saya rasakan saat ini. Maka dari itu, sebelum semuanya terlambat sadarilah dan renungkanlah akan hal ini. Sampai saat ini saya selalu teringat masa kecil saya. Masa dimana saya tidak mempunyai beban yang berat. Begitu indahnya masa kanak-kanak. Saya hanya berharap kepada anda yang membaca postingan ini, untuk tetap selalu menjaga anak-anak anda dan tidak semena-mena terhadap anak anda.






Thursday, 22 August 2013

Kebersamaan

    Kebersamaan hanyalah rasa yang indah saat kita bersama-sam dalam rasa yang sama yaitu Kebersamaan. Banyak orang yang menginginan kebersamaan, tentunya kebersamaan yang bahagia. Tapi terkadang kita melupakan kebersamaan ini dengan hal lain yang menurut saya tidak penting. 

 

    Kebersamaan biasanya disangkut pautkan dengan kebahagiaan dan kesenangan. Tetapi ada kalanya ketika kita dalam suatu kebersamaan ada juga diantara yang ada dalam kebersamaan itu tidak merasa bahagia malahan sedih atau bahkan kontra dengan apa yang disebut dengan kebersamaan yang indah. Anda pasti akan bertana kenapa bisa seperti itu dan anda mungkit akan beranggapan kalau hal itu tidak akan terjadi pada saat kebersamaan itu sedang berlangsung, semua orang yang ada di dalam kebersamaan semua orang akan merasa bahagia. Itu tidak salah memang dan juga tidak selalu benar, tapi perlu diingat bahwa tidak semua orang bisa merasakan rasa kebahagiaan itu di dalam kebersamaan yang sedang berlangsung.

       Hanya "beberapa orang" saja mungkin yang akan merasa bahagia. Saya berkata demikian karena saya sendiri pernah mengalami dan saya melihat beberapa orang yang berada di sekeliling saya. Kerbersamaan itu singkat terjadi dan singkat juga dilupakan. Saya terkadang berfikir kenapa itu harus terjadi pada saat orang lain merasa bahagia dalam suatu forum "KEBERSAMAAN" beberapa orang merasa terkucilkan. Tidak hanya orang-orang disekitar saya saja, tapi saya sendiri pernah mengalami hal itu. Anda mungkin akan beranggapan bahwa kalau saya dan orang-orang yang terkucilkan hanya orang-orang yang tidak mau bergabung bersama yang lainnya yang sedang merasa bahagia dan senang. 

         Itu terkadag benar dan terkadang juga salah, kenapa saya bisa bilang begitu karena beberapa orang yang terkucilkan itu mungkin sudah membaur dengan yang lain, tetapi mereka tidak diperhatikan sehingga mereka mengurungkan niat mereka dan akhirnya mereka merasa jera untuk melakukan hal yang serupa. Saya membuat artikel ini bukan tidak suka dengan kebersamaan, tapi saya mengingatkan kepada anda pembaca semua bahwa sesuatu yang di dapat dengan singkat akan dengan singkat juga hilang dari hadapan kita. Terus jaga kebersamaan anda bersama keluarga, teman-teman anda dan rekan-rekan kerja anda. Banyak manfaat yang bisa anda dapat dari itu semua.

 

 

 

 

Hanya sekedar berbagi, tidak lebih.


Tuesday, 6 August 2013

Pentingkah orang tua meluangkan waktu untuk anaknya??

Pertanyaan inilah yang sering muncul di benak saya, dan mungkin juga di benak anda semua. Seberapa pentingkah orang tua meluangkan sedikit waktunya untuk anaknya?
Ada mungkin yang bilang sangat penting, dan adapula yang bilang mungkin tidak teralu penting asalkan anak itu merasa menikmatinya. Kalau menurut saya waktu dengan sang anak itu sangat amat penting untuk orang tua. Itu berguna untuk menjaga komunikasi antar anak jadi kita tahu dengan siapa dia berteman, sedang sibuk mengerjakan apakah dia, apa saja masalah yang ia hadapi sekarang ini.
Saya juga jadi teringat sebuah cerita yang berhubugan dengan hal ini, yang  dibuat teman saya dan dishare disebuah situs jejaring sosial.

Ceritanya seperti ini :

Pada suatu hari ada seorang ayah yang akan berangkat bekerja disebuah kantor ternama. Ayah ini kegiatannya sangat sibuk sekali, ia jarang sekali bercengkrama dengan anaknya yang umurnya kira-kira 5 tahun. Karena ia berangkat saat sang anak masih tertidur dan pulang ketika sang anak sudah tertidur. Di suatu pagi, sang anak tumben sekali sudah bangun ketika sang ayah akan berangkat bekerja. Lalu sang anak mulai berbincang dengan ayahnya.

Anak : “Yah, aku boleh minta 20 ribu tidak yah?”
Ayah : “Untuk apa uang sebanyak itu, kamu kan tidak akan pergi kemana-mana buat apa uang itu?”
Anak : “Yah, boleh tidak aku meminta uang 20 ribu?”
Ayah: “Untuk apa sih, kamu meminta uang sebanyak itu kepada ayah? Sudah ayah mau berangkat ke kantor dulu” (sedikit agak membentak)

Di pagi itu sang anak gagal untuk meminta uang kepada ayahnya, yang ia dapat hanya bentakan dari ayahnya yang pagi itu buru-buru sekali pergi ke kantor. Hari pun mulai berlalu waktu demi waktu terlewati di sore itu tidak seperti biasanya sang ayah pulang ke rumah sore hari karena biasanya ia pulang malam hari. Di sore hari itu ketika sang ayah pulang, sang anak sudah menunggu kedatangannya di depan pintu. Ia mulai mengajak ayahnya untuk berbicara pada saat ayahnya sedang melepaskan sepatu.

Anak : “Selamat datang ayah”
Ayah : “Iyah” (suara agak lesu)
Anak : “Yah, aku boleh minta sesuatu sama ayah?”
Ayah : “Hmmmhh, apa itu” (suara agak malas)
Anak : “Yah,bolehkah aku meminta uang 20 ribu kepada ayah”
Ayah : “Lagi-lagi kamu minta uang 20 ribu, untuk apa uang sebanyak itu untuk kamu yang masih kecil?” (mulai marah)
Sang anak tidak menjawab pertanyaan ayahnya
Anak : “Ayah bolehkah aku meminta uang 20 ribu kepada ayah?”
Ayah : “Memangnya untuk apa kamu minta uang sebanyak itu, kamu tidak tahu apa bahwa mencari uang tidak mudah, jangan kamu sepelekan hal ini”(sang ayah mulai membentak sang anak)

Sang anak tidak menjawab apa-apa, dia hanya menunduk. Lalu tiba-tiba setelah ayahnya selesai melepas sepatu dia menarik tangan sang ayah dan mengajaknya ke kamarnya. Dibukanya bantal yang ada di tempat tidur, dan di bawah bantal tersebut terdapat uang 10 ribu. Anak itu mengambilnya, dan memperlihatkan kepada ayahnya. Wajah sang ayah semakin terlihat sangat marah.

Anak : “Yah, aku mempunyai uang 10 ribu dan bolehkah aku meminta uang 20 ribu kepada ayah?”
Ayah : “Kamu mau membeli apa? Uang sebanyak itu untuk apa? Kamu itu masih kecil tidak baik mempunyai uang banyak2 apalagi sebanyak itu” (membentak sang anak)

Sang anak tidak menjawab, dan lalu mulai bertanya kepada ayahnya.
Anak : “Ayah, aku hanya mau bertanya kepada ayah. Berapa rupiah kah waktu ayah dalam setiap jamnya?”
Ayah : “Waktu ayah perjam 30 ribu”
Anak : “Ayah, aku memiliki uang 10 ribu dan aku membutuhkan 20 ribu lagi yang aku pinta pada ayah pagi tadi. Jika ayah memberikan uang itu, aku ingin sekali membeli waktu ayah 1 jam saja, untuk bersama deganku yah, aku kangen ayah, aku ingin sekali bermain bersama ayah”

Sang ayah tidak dapat berkata apa-apa, raut wajahnya yang sangat marah kini berubah menjadi wajah penyesalan yang amat mendalam kepada anaknya. Sang ayah lalu memeluk erat hangat anaknya sambil menangis, yang ada di benaknya saat itu adalah kenapa ia terlalu bodoh untuk menyianyikan waktunya untuk bersama anaknya yang “katanya ia sayangi” dan mengorbankan seluruh waktunya untuk mencari uang dan tidak menyisakan satu jam pun untuk bersama anaknya. Di hari itu sang ayah mulai tersadar dan berfikir.

Anak : “Ayah, kenapa ayah menangis? Apakah aku berbuat salah kepada ayah,  sehingga ayah menjadi sedih?” Sekarang yah, bolehkah aku membeli waktu ayah? Aku ingin sekali bermain bersama ayah 1 jam saja yah”
Ayah : (tersenyum kecil, sambil mengusap air mata) “Tidak nak, kamu tidak bersalah. Ayah yang bersalah karena ayah sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk bermain denganmu nak. Maafkan ayah nak. Kamu tidak harus membeli waktu ayah, karena seluruh waktu ayah akan ayah sisihkan untuk bermain bersamamu nak. Nak besok pagi kita akan bermain bersama seharian. Ayah akan menemanimu kemanapun yang kamu mau”
Anak : “Benarkah itu yah? aku sangat senang sekali yah mendengarnya, kalau Ayah itu mau bermain denganku.Terima kasih Yah. Aku sayang sekali sama ayah”
Ayah :”Iyah nak, sama-sama. Ayah juga senang sekali bisa bermain denganmu besok nak. Ayah bangga mempunyai anak yang pintar seperti kamu. Ayah juga sangat sayang kepadamu nak” (mengusap rambut anaknya)

Setelah itu sang Ayah mulai mengajak anaknya bermain bersama di dalam rumah. Selepas itu sang ayah lalu menggendong anaknya menuju kamar tidur sang anak, karena hari mulai gelap dan menidurkannya. Di kala  sang ayah  menidurkan sang anak, anak itu hanya tersenyum dan memeluk erat tangan ayahnya. Dia mengigau dan berkata "Aku sayang ayah". Sang ayah pun lalu menjawab dengan suara agak pelan dan berkata "Ayah juga sayang kamu nak". Itulah cerita singkat yang dapat saya sampaikan dalam bentuk cerita sederhana namun penuh arti.

Dari cerita di atas kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa anak itu masih sangat sekali perhatian dari kita sebagai orang tuanya. Penting sekali orang tua bisa meluangkan waktu untuk anaknya. Jangan kita terbuai dengan uang yang kita cari, dan jangan menghabiskan waktu sebagai orang tua untuk mencari uang. Karena sebenarnya uang itu adalah hanya alat pemuas saja, jangan dijadikan patokan dalam kehidupan. Yang terpenting sekarang adalah keseimbangan antar sesama manusia dan tentu saja dengan anak anda.
Artikel ini hanya segelintir problematika yang dihadapi anak dan orang tua hampir diseluruh dunia. Jadi sangat penting bagi kita orang tua untuk meluangkan waktu untuk anak kita.






Orang tua yang salah ataukah anak yang salah??

    Ada anak yang buruk perilaku dan perangainnya. Lalu sebenarnya siapa yang harus bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat sang anak? Anda semua pasti sering mendengar beberapa celotehan dari orang-orang yang mengatakan itu orang tua yang salah mendidik anak dan adapula yang mengatakan kalau orang tua tidak salah tetapi anak yang salah. Nah sebenarnya siapa yang harus di salahkan atas itu semua? Apakah orang tua? Ataukah anak itu sendiri?

    Dalam konteks ini, sebetulnya tudak ada yang harus disalahkan baik itu orang tua maupun anak. Karena yang mesti disalahkan sebenarnya adalah cara yang digunakan dan diterapkan orang tua dalama mendidik anaknya. Caranya ini mungkin tidak tepat sehingga sang anak bukan semakin patuh pada orang tua tapi malah berbalik membantah orang tua layaknya boomerang.


    Saya disini bukan untuk menggurui, ataupun merasa sok tahu tentang masalah ini. Tapi semua ini didasarkan dari pengalaman saya sebagai anak. Saya tidak akan memihak pihak anak sehingga nantinya saya akan bilang kalau orang tua itu sangat salah dalam mendidik anak, TIDAK. Saya tidak akan memihak pada pihak manapun saya disini hanya berusaha untuk menjadikan komunikasi yang baik antara anak dan orang tua. Sehingga hubungan orang tua dan anak menjadi semakin harmonis. Agar tidak terjadi konflik batin apalagi fisik. Ada beberapa hal yang tidak terasa oleh orang tua, dan sebenarnya itu secara tidak langsung mengikis komunikasi dan interaksi antara orang tua dan anak. Beberapa hal itu adalah :



1. Kurangnya perhatian dan kepedulian orang tua terhadap anak



    Dalam hal ini orang tua terkadang suka sekali mengabaikan hal kecil seperti ini, mereka biasanya sibuk dengan urusan mereka sendiri dan lupa akan perhatian yang diberikan untuk anak mereka. Sebagai contoh, orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya di kantor ataupun di rumah. Sedangkan anak mereka kurang mendapat perhatian, mereka mempercayakan anak mereka ke pembantu atau baby sister. Hal ini sebenarnya lamabat laun akan mengurangi rasa kasih sayang anak kepada orang tua, kenapa begitu? Karena sang anak hanya akrab dengan pembatu/baby sister ketimbang dengan orang tua.



    Dia akan cenderung mengadukan apa-apa ke pembantu itu yang sering bersama sang anak. Miris sekali terkadang kalo saya memikirkan hal itu, apalagi posisi saya sekarang sebagai anak. Kurang perhatian dan kepedulian terkadang tidak hanya menimpa orang tua yang sibuk, tetapi juga orang tua yang mempunyai anak yang umurnya sudah 15 tahun keatas yang terkadang orang tua itu sudah melepas anak mereka dan terkadang mengurangi perhatian mereka dan mengalihkannya ke anak mereka yang lebih kecil.



     Itu sebenarnya tidak salah, tapi alangkah indahnya kalau anak yang umurnya 15 tahun keatas itu juga ikut diperhatikan, para orang tua pasti akan berdalih bahwa anak yang seperti itu sudah besar dan tidak perlu lagi perhatian lebih. Itu memang benar, tapi apakah itu adil? Anak yang umurnya 15 tahun keatas memang tidak perlu lagi diperhatikan seperti layaknya umur dibawahnya. Tapi perhatian itu cukup dibuktikan dengan mengajak ngobrol sang anak tersebut, agar ia juga merasa bahwa dia memiliki orang tua yang sangat sayang padanya, orang tua mesti menanyakan pekerjaan apa yang sedang dan digeluti oleh sang anak saat itu agar komunikasi terjaga. Maka dari itu perhatian dan kepedulian orang tua terhadap anak sangat berpengaruh besar dalam pembentukan karakter sang anak.



2. Kurangnya waktu bersama anak



    Hal selanjutnya yang akan kita bahas adalah waktu kebersamaan antara seorang anak dan orang tuanya. Seberapa seringkah anda meluangkan waktu anda untuk sekedar bermain ataupun menghabiskan waktu dengan anak anda?

    Banyak orang tua yang sering mengabaikan waktu bersama dengan sang anak, terkadang orang tua hanya membiarkan anaknya itu bermain sendiri di luar atapun di dalam rumah. Dalam hal ini berlaku untuk anak yang masih kecil atapun yang besar. Pertama saya akan bahas dulu untuk anak yang masih kecil.


    Orang tua terkadang sering sekali melepaskan anak yang masih kecil untuk bermain sendiri di luar dengan teman-temannya, nah hal ini sebenarnya kurang tepat karena lingkungan sangat berpengaruh pada psikologis sang anak dan pembentukan karakter sang anak. Saya tidak menganjurkan kepada anda untuk mengikuti anak anda bermain dengan teman-temannya seharian tapi yang saya anjurkan adalah sebaiknya anda membatasi sang anak bermain diluar karena terkadang lingkungan luar juga tidak terlalu baik untuk anak. Saya disini bukan melarang anak anda bermain di luar dan mengekang dia untuk bermain di rumah seharian tanpa tahu dunia luar.



    Jadi anda sebagai orang tua harus pandai-pandai memanage waktu sang anak bermain diluar. Bermain di dalam rumah juga tidak semuanya baik, karena terkadang orang tua membiarkan anaknya bermain dengan mainannya tanpa menemaninya itu tidak salah, tapi ada yang lebih tepat yaitu tentu saja menemaninya bermain agar sang anakpun tidak merasa bosan dan sendirian. Saya jamin bila anda orang tua yang pintar dalam me-manage waktu anda dengan sang buah hati komunikasi yang terjalin akan sangat baik sekali.



    Cukup untuk anak yang lebih kecil, nah untuk anak yang lebih besar atau beranjak dewasa anda tidak perlu terlalu mengekang dia untuk tinggal dirumah seharian ataupun juga terlalu membebaskan dia bermain diluar bersama teman-temannya. Yang perlu anda lakukan adalah coba mengatur waktu anak anda bermain baik itu diluar rumah ataupun di dalam rumah. Pergunakan beberapa waktu yang tersisa/luang untuk sedikit berbincang dengan sang anak tanyakan kepadanya siapa yang sering bermain dengannya, ataupun mungkin masalah dengan orang-orang disekitarnya atau apapun itu. Nah, dengan mengobrol seperti itu lambat laun anak anda akan mulai merasa bahwa dia mempunyai teman yang sangat akrab yaitu anda sebagai orang tua. Jadi adakalanya anda bersikap sebagai orang tua yang tegas, kadangkala anda juga mesti berperan sebagai temannya yang selalu ada setiap dia membutuhkan kita sebagai orang tua.



3. Jangan ceritakan beban keluarga pada anak



    Orang tua kadang suka sekali menceritakan beban kehidupan yang dialami keluarga kepada sang anak, karena mungkin kedekatan dengan sang anak yang sudah terjalin dengan baik. Itu  tidak salah memang tapi adakalanya masalah yang dihadapi keluarga tidak semua kita ceritakan kepada anak kita. Karena hal itu akan menganggu pemikirannya secara tidak langsung karena ia merasa dan ingin sekali membantu anda untuk memecahkan masalah itu. Anak menjadi tidak fokus dan berambisi untuk memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan oleh keluarga, ada sebagian orang tua yang berpendapat bahwa itu tidak ada salahnya dan sangat bagus bagi tumbuh kembang sang anak. Tapi saya kira itu kurang tepat, karenga mengapa? Semakin anak itu ambisius dia akan semakin lupa akan jati dirinya  yang lalu. Maka dari itu sebagai orang tua kita harus pandai-pandai merahasiakan sedikit masalah yang ada di keluarga terhadap anak kita. Ada saatnya kita harus menceritakan semua masalah ketika sang anak sudah memulai tingkat kedewasaan yang cukup.



    Itu mungkin sedikit hal yang bisa saya sampaikan, karena saya juga masih sangat butuh belajar mengenai pembelajaran psikologi tentang anak ini. Ilmu ini saya dapat dari pengalaman saya sebagai anak. Bila anda tidak setuju dengan hal yang bahas tidak apa-apa karena berbeda orang tua berbeda pula prinsip dan cara yang digunakan untuk mendidik anak. Mohon maaf bila ada salah-salah kata dalam penulisan artikel ini. Terima kasih telah membaca.

















Sponsored by Bpk Deva Ardiansyah

Thursday, 25 July 2013

Peduli dan Berbagi

    Selamat pagi pembaca sekalian, diwaktu yang terus berjalan ini saya akan sedikit berbagi mengenai pengalaman saya sewaktu saya mengikuti dan menjadi anggota sebuah komunitas di kota Bogor. Walaupun saya sekarang sudah tidak terlalu aktif mengikuti kegiatan di komunitas ataupun hanya sekedar hadir saja.
    Komunitas itu kini terus berkembang, tapi belum mempunyai base camp  yg tepat. Dulu sewaktu saya masih menjadi anggota komnitas ini beranggotakan siswa dan siswi dari setiap saekolah di kota Bogor, entah itu SMP ataupun SMA. Semuanya menyatu dalam satu keanggotaan yg dikenal sebagai "Gerakan Seribu Cinta". Komunitas ini dulu dicetuskan oleh salah seorang petinggi BAZ kota Bogor. Beliau terbesit untuk membuat komunitas ini, karena BAZ sering sekali mendapati anyak wali murid tidak mampu yg mengeluhkan akan anaknya yg tidak bisa membayar iuran sekolah. Maka dari itu, beliau mengumpulkan orang-orang kepercayaannya lalu setelah itu baru siswa dan siswi dari setiap sekolah di kota Bogor di kumpulkan dan terbentuklah hingga saat ini komunitas yg sering disebut dengan Gebu Cinta.


logo Gebu Cinta
    Gebu Cinta membawa pengaruh yg sangat berarti bagi saya, membuat hdiup saya berbeda dari biasanya. Disini saya menemukan jati diri saya, ketika saya berbagi ke orang yg notabennya kurang mampu terasa sangat senang sekali dalam diri saya, saya tidak tahu apa yg saya dapatkan pada saat itu, sehingga saya sangat senang sekali padahal secara logika saya tidak mendapatkan sesuatu yg saya suka, tetapi entah mengapa ketika saya melakukan setiap kegiatan bersama Gebu Cinta saya terdorong untuk melakukannya lagi dan lagi, layaknya orang yg sedang kecanduan narkoba ataupun pemabuk yg ingin terus mabuk. Inikah indahnya peduli dan berbagi.
Itu mungkin hanya segelintir kecil hal yg saya dapatkan dari Gebu Cinta. Ada satu hal lagi yg saya tidak akan pernah lupa terhadap Gebu Cinta, yaitu Gebu Cinta itu telah merubah saya yg dulu hanya anak/orang yg pemalu, kekanak-kanakan, tidak percaya diri, pendiam, dan hanya bersembunyi di belakang layar.
    Tetapi ketika saya bergabung ke Gebu Cinta lama kelamaan semua rasa itu hilang terkikis oleh lingkungan yg mendorong saya untuk lebih baik lagi kedepannya. Saya rasa Gebu Cinta telah merubah saya yg biasa ini menjadi luar biasa hingga mampu seperti sekarang ini. Semua itu tidak akan mudah bila anda berfikir sejenak kalau saya itu hanya melakukan hal yg tidak perlu. Perlu saya tekankan disini bahwa saya bisa seperti ini karena Gebu Cinta banyak sekali mengadakan kegiatan-kegiatan yg bermanfaat baik untuk saya ataupun anda-anda yg mungkin belum terlalu mengenal diri anda. Setelah saya dulu rutin di Gebu Cinta saya dapat mengembangkan kreativitas saya dan rasa sosial dan kemanusiaan yg ada pada diri saya semakin meningkat dengan seiring berjalannya waktu.
     Seperti halnya judul postingan ini, kata itu yg selalu saya ingat dalam benak saya, yaitu Peduli dan Berbagi. Kata itu adalah slogan dari Gebu Cinta, dan mungkin artinya itu adalah bahwa Gebu Cinta itu peduli terhadap sesama dan bentuk kepeduliannya itu diwujudkan dengan berbagi kepada orang-orang yg membutuhkan uluran tangan.
    Banyak hal yg tidak bisa saya lupakan dari komunitas yg tidak sengaja telah membesarkan nama saya, kenapa saya bilang seperti itu karena semenjak saya masuk Gebu Cinta, saya dikenal oleh teman-teman dari berbagai sekolah lain di kota Bogor. Saya bersyukur sekalu pernah menjadi bagian dari Gebu Cinta dan akan tetap seperti itu, walaupun kenyataanya saya sudah jarang mengikuti aktitivitas-aktivitas Gebu Cinta ataupun hanya sekedar hadir saja.
    Saya mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada Gebu Cinta yg telah merubah cara pandang saya, dan juga saya berterima kasih kepada orang-orang yg memang berjasa mengubah saya dari yg biasa menjadi luar biasa seperti sekarang ini. Saya mempunya tiga orang disini, yg bertindak sebagai mentor saya sewaktu di Gebu Cinta, mereka ini yg selalu mensupport kami (Gebu Cinta) dan selalu memberikan arahan dan masukan agar kami lebih baik lagi nantinya. Tiga orang ini juga berjasa bagi saya, dalam pembentukan karakter saya, tiga orang ini adalah Kang Lutfi, Mba Widya, dan Kang Ara. Tidak hanya mereka masih banyak sekali orang yg terlibat dalam hal ini, dan juga tentunya teman-teman saya di Gebu Cinta yg tidak bisa saya sebutkan satu per satu namanya, namun tidak mengurangi rasa kekaguman saya kepada kalian.


Baca juga pengalaman saya bersama Bulan Ramadhan

Sumber Video dari salah seorang teman,

Wednesday, 24 July 2013

Indahnya Bulan Ramadhan

Selamat malam pembaca sekalian, kali ini saya akan sedikit berbagi tentang indahnya bulan Ramadhan. Cerita ini berdasarkan pengalaman saya sewaktu berbuka puasa bersama teman-teman saya di kampus.

Kemarin 2 hari berturut-turut tepatnya pada tanggal 22 dan 23 Juli 2013 saya melaksanakan kegiatan tersebut. Anda tentunya sudah sering melakukan hal ini, dan anda pastinya akan bertanya, kenapa hal yg sepele seperti ini harus di posting dan di share di blog untuk di baca masyarakat umum. Jawabannya adalah simple saja, saya hanya ingin membagi kepada anda betapa indahnya suatu kebersamaan yg terjalin antar sesama teman. 

Di artikel ini  saya sama sekali bermaksud untuk sombong atau malahan untuk promosi kampus saya sekarang ini. Itu tidak ada sangkut pautnya sama sekali, saya hanya berniat untuk membagikan pengalaman saya kepada anda. 

 

Indahnya Ramadhan saya rasakan 2 malam itu, dimana rasa suka, tawa, canda dan duka semua melebur menjadi satu rasa yaitu kebersamaan yang begitu hangat dan erat. Padahal malam itu, kami hanya berbuka dengan menu seadanya, tapi kami menikmati semua itu dengan penuh riang gembira, kami tidak memikirkan lagi tentang hidangan yg disajikan  dan sedikit masalah dengan salah satu tokoh disana (bisa di bilang sebagai kepala dapur) saat membuat hidangan yg kami santap malam itu. Semuanya kami rasa adalah halang rintang untuk mendapatkan suatu kenikmatan yg tiada tara, walaupun hanya beralaskan daun pisang sebagai alas makan tapi kami tetap menikmati suasana tersebut.

Di malam itu pun, tidak hanya ada saya dan semua anggota kelas saya. Ternyata banyak juga teman-teman saya dari kelas lain yg memang sama dengan kami, yaitu sedang mengadakan berbuka puasa bersama di kampus. Ternyata tidak hanya kelas kami saja, yg menghadirkan tawa dan canda tapi juga dari kelas lain. Saya malam itu berfikir sambil memakan hidangan dan berkata dalam hati saya "Inikah indahnya bulan Ramadhan yg di campur dengan kebersamaan?". Begitu terasa kebersamaan antar sesama mahasiswa. 

Tidak hanya itu, di 2 malam itu saya merasakan hal yg sangat berbeda dari biasanya, rasa itu saya temukan ketika saya mengajak orang lain di luar anggota kelas saya untuk ikut menikmati hidangan seadanya bersama kami. Indahnya Ramadhan ditambah dengan indahnya berbagi menjadi satu kesatuan yg utuh dan lengkap menjadi satu paket. Begitu indahnya Bulan Ramadhan itu, saya mungkin belum tentu dapat merasakan hal yg sama di bulan berbeda. Saya berharap bulan Ramadhan tidak menjadi bulan Ramadhan terakhir saya, karena saya masih sangat ingin sekali meraskan hal yg luar biasa di tahun depan. 

Semoga anda mendapatkan hal yg sama sengan saya. Saya mohon maaf bila ada kata-kata yg kurang berkenan. Terima kasih.

Hanya sekedar berbagi, tidak lebih. 

 

Sumber gambar dari sini

Thursday, 6 June 2013

Pengalaman jalan-jalan ke Curug Cibeureum Cipanas

        Hari ini saya akan sedikit cerita pengalaman saya sewaktu liburan yg lalu iseng-iseng diajak teman untuk berlibur ke Puncak. Hari itu hari Minggu, tanggal dan jamnya saya tidak tau pasti tapi yg jelas sih hari itu dimana saya bisa hang out ke Puncak. Menurut kalian mungkin itu hal yg biasa yah buat kalian yg sering jalan-jalan ke Puncak. Tapi berbeda dengan saya, hari itu menjadi hari yg paling menjadi pengalaman yg mungkin sukar untuk dilupakan, terserah kalian mau bilang saya norak atau segala macam. Karena kenapa saya bisa bilang ini jadi cerita yg sukar untuk dilupakan, karena hari itu dimana saya pergi bersama teman-teman saya yg dirumah menggunakan Mobil Sewaan yg bisa dibilang mobilnya pastilah baguskan, daripada naik angkot atau bis yg biasa ada disekitar kota Bogor.
       Langsung ke inti ceritanya, hari itu saya diajak teman saya. Saya berangkat pagi-pagi dari rumah naik mobil yg disupiri oleh pacarnya teman saya. Saya bersama teman-teman saya yg lain cuman numpang duduk manis aja. Di perjalanan kami tidak tahu tuh mau jalan-jalan ke daerah mana,tetapi pada saat di dalam mobil kami sepakat untuk menentukannya nanti di Puncak. Setelah lama-lama berjalan, sampailah kami di rumah makan Rindu Alam yg memang terkenal dengan pemandangan di tempat parkirannya yg bagus. Kami bisa melihat kebun teh yg ada disekitar areal Puncak. Sesampainya disana, kami semua turun dari mobil lalu mencoba untuk jalan-jalan sebentar dan  sekalian meregangkan kaki yg memang sudah beberapa jam duduk. Kami akhirnya  berjalan ke bukit-bukit disekitar TELAGA WARNA sehabis itu langsung foto-foto dll.   
        
          Selesai dari jalan-jalan ditempat itu. Saya  bersama teman-teman saya langsung naik lagi ke mobil dan merencanakan mau kemana sih kita sehabis ini. Akhirnya semua sepakat untuk pergi ke Kebun Raya Cibodas. Nah lalu  kami jalan dan jalan terus sampai akhirnya sampai di areal Kebun Raya Cibodas dari situ saya berbicara pada teman-teman saya, daripada kita cuman main ke Kebun Raya aja mendingan kita lihat Curug Cibeureum yg terkenal indah dan besar (air terjunnya). Dari areal pintu masuk Kebun Raya Cibodas kami berjalan terus dan sampailah di pintu masuk Taman Nasional Gn. Gede Pangrango. Nah untuk masuk ke areal Curug Cibeureum kami harus memanjat  sekitar 2 Km dan kami dihitung sebagai pendaki yg artinya kami harus membayar uang pendakian sekitar Rp. 3000/orang, oh iyah sebelum masuk ke Kebon Raya Cibodas juga kami dipintai tarif  karcis sebesar Rp. 3000/orang dan semua itu dibayar oleh “Pacarnya teman saya” yah saya hanya bisa bersyukur aja, tapi terkadang juga ada rasa tidak  enak , takutnya kan ngerepotin yah (sadar diri).
          Sehabis bayar di pintu masuk, kami mutusin untuk istirahat makan dulu. Lalu sehabis makan barulah kani mendaki ke atas dan itu memakan waktu sekitar 1 jam lamanya, dan jalan berbatu yang lumayan sulit jadi, kami berjuang sekuat tenaga untuk menuju tempat air terjun. Setelah perjalanan yang melelahkan semua jerih payah kami  terbayar pada saat sampai ke Air Terjun yaitu Curug Cibeureum. Pemandangan yg sangat indah ditunjukan oleh air terjun tsb,  rasanya pendakian lama, rasa lelah kami tidak  terasa selepas  kami melihat pemandangan dari Air terjun. Itulah cerita saya  sewaktu liburan kemarin ke Curug Cibeureum Cipanas bersama teman-teman saya, ingin rasanya kembali lagi ke tempat indah itu. Cerita yg aneh dan agak norak emang tapi tidak apa-apa lah toh saya ini kenapa kalian harus repot hehe.
Selesai