Showing posts with label Informasi. Show all posts
Showing posts with label Informasi. Show all posts

Sunday, 22 September 2013

Tahap awal sebelum memulai bisnis

     Banyak orang yang ingin menjadi pebisnis dan meraup banyak keuntungan sesuai dengan yang diharapkan atau terkadang ingin jauh lebih banyak. Sebenarnya itu tidak benar dan tidak salah juga, hanya mendatangkan konsekuensi yang bisa anda tanggung nantinya. Terlepas akan hal itu, saya mempunyai dua orang kawan yang menggeluti bisnis kecil tapi dengan keuntungan yang bisa dibilang lumayan. Mereka memberikan arahan kepada saya bagaimana seharusnya sikap seorang pebisnis awal/pemula. Saya akan coba membagikan sedikit untuk anda, saran-saran yang diberikan kawan saya. 
     Saran datang dari kawan saya yang pertama, kawan saya ini lulusan suatu kampus ternama di Bogor. Dia berkata kepada saya bahwa bisnis itu adalah suatu pembelajaran bukan hanya sekedar mencari uang/keuntungan materialistis belaka. Dia juga berpesan kepada saya yang masih bodoh dan awam ini untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya dari manapun dan dari siapapun, karena ilmu itu tidak hanya di dapatkan dari sekolah/institusi pendidikan saja baik yang formal maupun informal tetapi dari manapun. Ilmu itu laksana air yang tercecer dan jatuh dari sekeliling kita dan tugas kita adalah hanya tinggal menyediakan tempat yang sangat besar dan bersih untuk menampung air-air itu hingga kelak bisa kita gunakan untuk kita sendiri ataupun dalam rangka membantu orang lain. Banyak orang yang mungkin tidak sadar akan hal ini, karena kebanyakan dari mereka hanya memandang bisnis sebagai ladang mencari uang yang amat banyak, tanpa ia tahu uang sebanyak itu akan digunakan untuk apa nantinya. 

     Maka dari itu bisnis bukanlah sekedar pemuas nafsu dan mencari uang saja, karena bila anda mencari uang saja dalam berbisnis maka bisnis yang anda jalani tidak akan berkembang dan mungkin lambat laun akan bangkrut. Tidak percaya? Lakukan sendiri dan jangan salahkan saya bila itu terjadi kepada anda. Sebetulnya banyak hal yang bisa kita dapatkan selain uang dari berbisnis. Itulah salah satu saran dan arahan dari kawan saya yang pertama. Lain halnya dengan arahan teman saya yang kedua lulusan kampus biru di salah satu universitas terkemuka di kota Yogyakarta. Dia berpesan kepada saya bahwa ketika kita memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis. Lota harus melepaskan belenggu-belenggu yang mengikat diri kita. Belenggu itu salah satunya adalah dendam dan rasa ingin dipuji, dihormati, disegani atau bahkan di elu-elukan. Kawan saya mengatakan bahwa itu semua disebut “Mental Block”. Mental Block adalah suatu rasa keinginan kita untuk mencapai seustu yang “percuma” karena untuk apa kita memendam rasa dendam dari masalah yang sudah lama berlalu memang kenyataannya semua rasa sakit yang anda rasa terkadang sukar untuk hilang dalam sesaat atau dalam waktu yang singkat tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba menghilangkannya. 
     Semuanya mungkin tidak hilang begitu saja, butuh proses, kerja keras dan tekat yang bulat untuk menghilangkannya. Kenapa semua itu harus dihilangkan? Alasannya adalah untuk membersihkan diri kita bayangkan oleh anda bila hati dan pikiran anda adalah sebuah kaca mobil yang membantu anda untuk bisa berpandangan jauh kedepan, lalu apa jadinya bila kaca mobilnya saja sudah tertutup debu tebal yang mengeras dan sukar untuk dihilangkan karena sudah lama tidak dihilangkan dan dibersihakan sehingga menghalangi pandangan anda dan pasti anda lambat laun akan menabrak sesuatu dan akhirnya jatuh terjungkal karena tidak bisa melihat dengan jelas arah jalan. Debu yang menghalangi pandangan anda itulah yang disebut “Mental Block” jika tidak segera dihilangkan debu itu akan mengeras dan sukar dihilangkan.
     Maka dari itu, bila anda ingin memulai sesuatu, baik itu dibidang bisnis atau apapun jangan didasari dan terhalang oleh “Mental Block” tersebut. Dasarilah keinginan anda itu dengan tujuan yang lebih mulia dan untuk kebaikan masyarakat sekitar anda. Butuh proses untuk menggapai semua tujuan anda. Namun itu bukanlah halangan bagi anda, Tuhan sekalipun akan sangat senang dan mendukung tujuan anda jika tujuan anda untuk hal kebaikan melalui cara-cara-Nya yang tidak bisa kita sangka-sangka. Jangan lupa untuk selalu berdo’a karena kekuatan do’a sangat kuat dibanding segalanya. Kenapa saya begitu yakin akan hal-hal yang saya utarakan disini karena saya sendiri sudah dan sedang mengalami semuanya dan memulai semuanya. Itulaha segelintir pesan dan saran yang diutarkan kawan saya. Banyak hal sebenarnya yang mereka katakana namun saya bingung untuk memilinya dan membagikannya kepada anada. Tapi saya kira beberapa hal yang saya bagikan ini seudah mampu mencakup berbagai aspek dalam kehidpun anda dan bekal untuk mencapai impian anda. Terima kasih





Thursday, 11 July 2013

Manfaat Timun Suri selain untuk penyegar dahaga di kala Berbuka Puasa

    Buah Timun Suri, siapa yang tidak kenal dengan buah ini. Apalagi buah ini sedang marak-maraknya di pasaran pada saat Bulan Ramadhan, karena sebagian warga Indonesia menggunakan timun suri untuk di jadikan Ta'jil atau hidangan segar untuk berbuka puasa.
     Buah ini adalah buah yang dicintai masyarakat, kenapa? Yah karena buah ini harganya itu cukup sehat di kantong anda-anda yang memang di bulan Puasa ini sedang berhemat untuk lebaran nanti. Harga timun suri sendiri biasanya berkisar antara Rp . 5000 - Rp. 20.000 masih terasa sehat kan di kantong.
    Bagi anda yang belum tau apa itu timun suri dan apa aja sih manfaat dari buah timun suri ini.


yuk mari di baca di bawah ini.

    Timun suri atau timun betik (berteh) digolongkan ke dalam anggota suku Cucubitceae atau labu-labuan. Meski menyandang nama “timun”, tetapi timun suri berbeda dengan buah mentimun meski bentuk buahnya juga memanjang layaknya timun sayur. Timun suri secara sitologi juga morfologi sangat berbeda dengan timun sayur. Hal ini terlihat jelas dari bentuk daunnya, ukuran biji, dan juga rasa. Buah yang mendekati timun suri adalah melon dan blewah. Timun suri cukup populer terutama di bulan Ramadhan. Buah yang satu ini memang menyegarkan dan sering dijadikan bahan baku es campur. Tapi tahukah Anda, selain rasanya yang nikmat, manfaat timun suri untuk kesehatan ternyata cukup beragam? Berikut ini beberapa manfaat timun suri yang bisa kita dapatkan :

  • Mengeluarkan Racun Dalam Tubuh
Timun suri terdiri dari 90% air. Selain itu timun suri banyak mengandung vitamin juga mineral yang mampu mengikat racun. Dengan rutin mengkonsumsi buah timun suri, Anda akan merasakan efek ureticnya yakni pembuangan racun melalui urin. Dengan demikian, tubuh Anda akan dinetralkan atau dengan kata lain didetoksifikasi dari racun yang bisa merusak tubuh.
  • Sumber Energi Yang Mudah Diserap Tubuh
Manfaat timun suri lainnya adalah sebagai sumber energi yang nikmat dan tentu mudah dicerna oleh tubuh. Secara klinis, buah timun suri mengandung glukosa dan juga fluktosa. Kedua zat ini dikenal baik untuk tubuh dan merupakan sumber energi yang ramah dan mudah diolah. Karenanya, tidak heran jika banyak orang yang lebih nyaman berbuka puasa dengan timun suri sebab cepat memulihkan energi setelah seharian tidak mendapat asupan gizi.
  • Vitamin A Yang Melimpah
Manfaat timun suri selanjutnya adalah sebagai sumber vitamin A. Timun suri diketahui banyak mengandung vitamin yang sangat baik dalam memelihara mata ini. Vitamin A menjaga kesehatan lapisan mata dan bahkan bisa mencegah katarak. Tak hanya itu, ternyata vitamin A juga bisa menguatkan sistem imunitas tubuh, melindungi tubuh dari serangan bakteri juga virus, membantu pembentukan gigi pun tulang, melawan radikal bebas, menyehatkan kulit, mencegah kangker, menghalau alzaimer dan masih banyak lagi lainnya. Dengan rutin mengkonsumsi timun suri, Anda secara tidak langsung telah membentengi diri Anda dari berbagai penyakit.

  • Melawan Kanker Lebih Kuat
Seperti sedikit disinggung sebelumnya bahwa salah satu manfaat timun suri adalah melawan kangker sebab kaya akan vitamin A. Khasiat melawan kangker ini ternyata juga diperkuat oleh kandungan timun suri lainnya yakni senyawa saponin. Senyawa saponin diketahui sangat ampuh menghambat pertumbuhan kangker dan juga mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Mencermati berbagai manfaat timun suri ini, tentu Anda harus merubah pola konsumsi Anda. Jangan hanya mengkonsumsi timun suri di bulan Ramadhan saja. Sebab tubuh Anda tentu harus sehat dan segar sepanjang tahun. Karenanya, konsumsilah timun suri secara rutin dan dengan porsi yang ideal. Khasiatnya yang nyata akan segera Anda dapatkan.

Hanya sekedar berbagi, tidak lebih.

Monday, 8 July 2013

Puasa ibadah tahunan di Bulan Suci Ramadhan yang dinanti-nanti

    Puasa adalah ibadah tahunan yang sering dilakukan pada setiap Bulan Ramadhan oleh umat muslim di seluruh dunia. Terlepas dari perbedaan pengambilan tanggal 1 Bulan Ramadhan itu sendiri, yang penting kita niat dan bersuka hati menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan. Karena bulan ini hanya datang setiap setahun sekali, jadi sangat sayang untuk kita lewatkan.

    Nah karena ini ibadah tahunan yang terkadang kita sering melupakan hal-hal terkecil sampai yang terbesar yg dapat membatalkan puasa. nah di postingan kali ini saya akan sedikit berbagi kepada pembaca sekalian mengenai ibadah Puasa, mulai dari pengertian sampai hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa ini dia . silahkan di baca untuk menambah informasi.

Apa itu Puasa?
Puasa ialah menahan diri dari makan dan minum serta melakukan perkara-perkara yang boleh membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sehingga terbenamnya matahari.
Hukum Puasa
Hukum puasa terbahagi kepada tiga iaitu :
  • Wajib – Puasa pada bulan Ramadhan.
  • Sunat – Puasa pada hari-hari tertentu.
  • Haram – Puasa pada hari-hari yang dilarang berpuasa.
Syarat Wajib Puasa
  • Beragama Islam
  • Baligh (telah mencapai umur dewasa)
  • Berakal
  • Berupaya untuk mengerjakannya.
  • Sihat
  • Tidak musafir
Rukun Puasa
  • Niat mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan(puasa wajib) atau hari yang hendak berpuasa (puasa sunat). Waktu berniat adalah mulai daripada terbenamnya matahari sehingga terbit fajar.
  • Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sehingga masuk matahari.
Syarat Sah Puasa
  • Beragama Islam
  • Berakal
  • Tidak dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum wanita
  • Hari yang sah berpuasa.
Sunat Berpuasa
  • Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman
  • Melambatkan bersahur
  • Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji
  • Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka
  • Mendahulukan berbuka daripada sembahyang Maghrib
  • Berbuka dengan buah tamar, jika tidak ada dengan air
  • Membaca doa berbuka puasa
Perkara Makruh Ketika Berpuasa
  • Selalu berkumur-kumur
  • Merasa makanan dengan lidah
  • Berbekam kecuali perlu
  • Mengulum sesuatu
Hal yang membatalkan Puasa
  • Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan
  • Muntah dengan sengaja
  • Bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja
  • kedatangan haid atau nifas
  • Melahirkan anak atau keguguran
  • Gila walaupun sekejap
  • Mabuk ataupun pengsan sepanjang hari
  • Murtad atau keluar daripada agama Islam
Hari yang Disunatkan Berpuasa
  • Hari Senin dan Kamis
  • Hari putih (setiap 13, 14, dan 15 hari dalam bulan Islam)
  • Hari Arafah (9 Zulhijjah) bagi orang yang tidak mengerjakan haji
  • Enam hari dalam bulan Syawal
Hari yang diharamkan Berpuasa

Apa sih Hilal itu? dan Bagaimana cara menetapkan 1 Ramadhan

Prediksi Awal Bulan Ramadhan 1434 Hijriyah

Sumber : Rukyatul Hilal Indonesia (HRI)

 

Hanya sekedar berbagi, tidak lebih.

 

Senin sore tanggal 8 Juli 2013 merupakan saat pelaksanaan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Ramadhan 1434 Hijriyah di Indonesia. Hal ini berdasarkan pada Taqwim Standard Indonesian hasil rukyat pada bulan sebelumnya yakni bulan Sya'ban yang menyimpulkan sama. Hari itu dari Pos Observasi Bulan Bukit Bela-belu Parangkusumo, Matahari terbenam pada pukul 17:34 WIB pada azimuth 292°32' atau 22,5° di Utara titik Barat. Ketinggian  Hilal 0°42' atau 0,7° dihitung dari piringan atas Bulan sampai ufuk mar'i atau visible horizon pada saat Matahari terbenam dan 4,5 °di sebelah Selatan Matahari. Bulan terbenam pada 17:37 WIB pada azimuth 287°57'. Pada kondisi seperti ini secara astronomis Hilal mustahil dirukyat baik menggunakan mata telanjang maupun teleskop. Namun demikian kegiatan rukyat tetap dilaksanakan sesuai perintah rukyat yang harus dilakukan pada setiap tanggal 29 bulan berjalan serta pembuktian di lapangan ketidak nampakan hilal.

RHI Yogyakarta akan melakukan rukyatul hilal secara resmi bersama Tim BHR DIY di POB Bela-belu Parangkusumo Yogyakarta pada Senin, 8 Juli 2013 di POB Bela-belu Parangkusumo, Bantul Yogyakarta. Pada hari berikutnya Selasa, 9 Juli 2013 kembali di tempat yang sama juga akan dilakukan rukyatul hilal untuk membangun data visibilitas hilal.  Seperti halnya tahun lalu, tahun ini juga RHI Yogyakarta menjadi salah satu Tim rukyat nasional dari 20 lebih lokasi Rukyat Nasional di Indonesia kerjamasama antara BHR Kemenag DIY, Telkom DIY, Kominfo dan Bosscha. Tahun ini menyusul RHI Solo dan RHI Kudus juga menyusul menjadi salah satu anggota Tim. Hasil Streaming online Hilal 2013 ini dapat dilihat di website berikut :  

.:  http://hilal.kominfo.go.id .:.  http://bosscha.itb.ac.id/hilal .:. http://rukyatulhilal.org/live .:

 

Lokasi Rukyat :  http://maps.google.com/maps?ll=-8.0216556,110.32307&z=17&t=h&hl=en

 


Ijtimak / Konjungsi / New Moon

Senin, 8 Juli 2013 @ 14:16 WIB - 15:16 WITA - 16:16 WIT atau 07:16 UT

 

Visibilitas (kenampakan) Hilal pada hari terjadinya Ijtimak selepas Matahari terbenam di seluruh dunia khususnya kawasan Indonesia ditunjukkan pada gambar peta di bawah ini.  Peta visibilitas mengacu pada Kriteria Odeh yang mengadopsi Limit Danjon sebesar 6° yaitu syarat sudut elongasi Hilal terhadap Matahari agar dapat terlihat. Kriteria tersebut dikemas dalam sebuah software Accurate Times yang menjadi acuan pembuatan peta visibilitas ini.

 

KETERANGAN :

  1. Sangat tidak mungkin daerah yang berada di bawah arsiran MERAH (E) dapat menyaksikan Hilal, sebab pada saat itu Bulan  terbenam lebih dulu sebelum Matahari terbenam atau ijtimak lokal (topocentric conjunction) terjadi setelah Matahari terbenam.

  2. Daerah yang berada pada area BIRU TUA (D) (tak berarsiran) juga  tidak memiliki peluang menyaksikan hilal sekalipun menggunakan alat bantu optik (binokuler/teropong), sebab kedudukan Hilal masih sangat rendah ( <6° ) dan terang cakram Bulan masih terlalu kecil sehingga cahaya Hilal tidak mungkin teramati.

  3. Hilal baru mungkin dapat teramati menggunakan alat bantu optik pada area di bawah arsiran BIRU MUDA (C). Pada area ini pun masih sangat sulit karena dibutuhkan kondisi langit yang sangat cerah terutama di langit Barat.

  4. Wilayah yang berada dalam arsiran UNGU (B) hanya dapat menyaksikan hilal menggunakan alat bantu optik sedangkan untuk melihat langsung dengan mata diperlukan kondisi cuaca yang sangat cerah dan ketelitian pengamatan.

  5. Hilal dengan mudah dapat disaksikan pada area di bawah arsiran HIJAU (A) baik menggunakan mata telanjang apalagi menggunakan peralatan optik dengan syarat kondisi udara dan cuaca cukup baik.

  6. Peta ini dibuat dan hanya berlaku untuk daerah 60° Lintang Utara sampai 60° Lintang Selatan.

 


Peta Ketinggian Hilal di Wilayah Indonesia

Semua kriteria menyimpulkan bahwa tanggal rukyatul hilal dilaksanakan pada :

Senin, 8 Juli 2013 @ Sunset

 

 

Diagram ketinggian di atas hanya berlaku untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

 


Prediksi Awal Bulan Menurut Berbagai Kriteria

1. Menurut Kriteria Rukyat Hilal ( Teori Visibilitas Hilal )

Teori Visibilitas Hilal terbaru telah dibangun oleh para astronom dalam proyek pengamatan hilal global yang dikenal sebagai Islamic Crescent Observation Project (ICOP) berpusat di Yordania berdasar pada sekitar 700 lebih data observasi hilal yang dianggap valid. Teori ini menyatakan bahwa hilal hanya mungkin bisa dirukyat jika jarak sudut Bulan dan Matahari minimal 6,4° (sebelumnya 7°) yang dikenal sebagai "Limit Danjon". Kurva Visibilitas Hilal sebagai hasil perhitungan teori tersebut mengindikasikan bahwa untuk wilayah sekitar Katulistiwa (Indonesia) hilal baru mungkin dapat dirukyat menggunakan mata telanjang minimal pada ketinggian di atas 6°. Di bawah itu hingga ketinggian di atas 4° diperlukan alat bantu penglihatan seperti teleskop dan sejenisnya.

Melihat lokasi Indonesia menurut peta visibilitas di atas sesuai dengan teori visibilitas hilal maka seluruh wilayah  Indonesia mustahil hilal dapat dirukyat pada hari rukyat atau hari pertama ijtimak sore setelah Matahari terbenam. Hilal baru mungkin bisa dirukyat pada H+1 saat ketinggiannya mencapai 11°.  Sehingga menurut kriteria ini awal bulan akan jatuh pada:

 

Rabu, 10 Juli 2013

 

Nahdlatul Ulama (NU) yang menggunakan rukyat sebagai dasar penentuan awal bulan masih mengakui  kesaksian rukyat asalkan ketinggiannya di atas batas imkanurrukyat 2° bahkan hanya dengan mata telanjang. Sementara dalam penyusunan kalendernya NU menggunakan kriteria imkanurrukyat 2° tanpa syarat elongasi dan umur Hilal.

 

2. Menurut Kriteria Hisab Imkanur Rukyat

Pemerintah RI melalui pertemuan Menteri-menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) menetapkan kriteria yang disebut Imkanurrukyat yang dipakai secara resmi untuk penentuan awal bulan bulan pada  Kalender Islam negara-negara tersebut yang menyatakan :  

 

Hilal dianggap terlihat  dan keesokannya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah berikutnya apabila memenuhi salah satu syarat-syarat berikut:

(1)· Ketika Matahari terbenam, ketinggian Bulan di atas horison tidak kurang dari 2° dan

(2). Jarak lengkung Bulan-Matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3°. Atau 

(3)· Ketika Bulan terbenam, umur Bulan tidak kurang dari 8 jam selepas konjungsi/ijtimak berlaku. 

 

Kriteria inilah yang menjadi pedoman Pemerintah RI untuk menyusun kalender Taqwim Standard Indonesia yang digunakan dalam penentuan hari libur nasional secara resmi. Dengan kriteria ini pula keputusan Sidang Isbat Penentuan Awal Bulan Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah "bisa ditebak hasilnya".  Ormas Persatuan Islam (Persis) mulai tahun 2012 telah mengadopsi kriteria ini sebagai dasar penetapan awal bulannya walaupun dengan angka sudut yang berbeda yaitu 4° ketinggian dan 6,4° elongasi. Belakangan kriteria ini hanya dipakai oleh Indonesia dan Malaysia sementara Singapura menggunakan Hisab Wujudul Hilal dan Brunei Darussalam menggunakan Rukyatul Hilal berdasar Teori Visibilitas.

 

Menurut Peta Ketinggian Hilal tersebut, pada hari pertama ijtimak syarat Imkanurrukyat MABIMS belum terpenuhi sehingga awal bulan jatuh pada :

 

Rabu, 10 Juli 2013

 

3. Menurut Kriteria Hisab Wujudul Hilal

Muhammadiyah dalam penyusunan kalender Hijriyah baik untuk keperluan sosial maupun ibadahnya (Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah) menggunakan kriteria yang dinamakan "Hisab Hakiki Wujudul Hilal". Kriteria ini menyatakan bahwa awal bulan Hijriyah dimulai apabila telah terpenuhi tiga kriteria berikut:
1) telah terjadi ijtimak (konjungsi),
2) ijtimak (konjungsi) itu terjadi sebelum matahari terbenam, dan
3) pada saat terbenamnya matahari piringan atas Bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah wujud). Ketiga kriteria ini penggunaannya adalah secara kumulatif, dalam arti ketiganya harus terpenuhi sekaligus. Apabila salah satu tidak terpenuhi, maka bulan baru belum mulai. Atau dalam bahasa sederhanya dapat diterjemahkan sebagai berikut:

 

"Jika setelah terjadi ijtimak, Bulan terbenam setelah terbenamnya Matahari maka malam itu  ditetapkan sebagai awal bulan Hijriyah tanpa melihat berapapun sudut ketinggian Bulan saat Matahari terbenam".

 

Berdasarkan posisi hilal saat Matahari terbenam di wilayah Yogyakarta dan beberapa bagian wilayah Indonesia maka baru pada syarat wujudul hilal sudah terpenuhi walaupun sebagian wilayah Timur syarat wujudul hilal belum terpenuhi karena hilal berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. Berdasarkan prinsip transfer wujudul hilal, maka seluruh kawasan Indonesia dinyatakan 'hilal telah wujud' sehingga awal bulan ditetapkan jatuh pada :

Selasa, 9 Juli 2013

 

4. Menurut Kriteria Kalender Hijriyah Global

Universal Hejri Calendar (UHC) merupakan Kalender Hijriyah Global usulan dari Komite Mawaqit dari Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS) berdasarkan hasil Konferensi Ke-2 Atronomi Islam di Amman Jordania pada tahun 2001. Kalender universal ini membagi wilayah dunia menjadi 2 region sehingga sering disebut Bizonal Hejri Calendar. Zona Timur meliputi  180° BT ~ 20° BB sedangkan Zona Barat meliputi 20° BB ~ Benua Amerika. Adapun kriteria yang digunakan tetap mengacu pada visibilitas hilal (Limit Danjon).

 

Pada hari pertama ijtimak zone Barat maupun zone Timur walaupun cuma bagian selatan Afrika yang sudah masuk dalam kriteria Limit Danjon. Dengan demikian awal bulan di masing-masing zona akan jatuh pada :

 

Zona Timur :  Rabu, 10 Juli 2013

Zona Barat :  Selasa, 9 Juli 2013

 

5. Menurut Kriteria Rukyat Hilal Arab Saudi

Kurangnya pengetahuan tentang astronomi yang dimiliki oleh para perukyat sering menyebabkan terjadinya kesalahan identifikasi terhadap obyek yang disebut "Hilal". Klaim terhadap kenampakan hilal perukyat pada saat hilal masih berada di bawah "limit visibilitas" atau bahkan saat hilal sudah di bawah ufuk sering terjadi.  Sudah bukan berita baru lagi bahwa Saudi kerap kali melakukan istbat terhadap laporan rukyat yang "mustahil".

Saudi memiliki kalender resmi yang dinamakan kalender Ummul Qura. Kalender ini telah berkali-kali mengganti kriterianya dan diperuntukkan sebagai kalender untuk kepentingan non ibadah. Sementara untuk keperluan ibadah khususnya penetapan awal dan akhir Ramadhan serta awal Zulhijjah Saudi tetap menggunakan rukyat hilal sebagai dasar penetapannya. Sayangnya penetapan ini sering hanya  berdasarkan pada laporan rukyat dari seseorang tanpa terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap kebenaran laporan tersebut apakah sudah sesuai dengan kaidah-kaidah sains astronomi khususnya Teori Visibilitas Hilal. Dan sudah bisa ditebak jika laporan rukyat masih sesuai Kalender Ummul Qura maka dianggap sah.

 

 

Diagram ketinggian Hilal di Mekkah pada hari pertama ijtimak.

 

Menurut Kalender Ummul Qura Saudi :

Kalender ini digunakan Saudi bagi kepentingan publik non-ibadah. Kriteria yang digunakan adalah "Telah terjadi ijtimak dan bulan terbenam setelah matahari terbenam di Makkah" maka sore itu dinyatakan sebagai awal bulan baru. Pada hari pertama ijtimak/konjungsi kondisinya sudah memenuhi syarat. Dengan demikian awal bulan  jatuh pada :  Selasa, 9 Juli 2013

 

Menurut Kriteria Rukyatul Hilal Saudi :

Rukyatul hilal digunakan Saudi khusus untuk penentuan bulan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah. Kaidahnya sederhana "Jika ada laporan rukyat dari seorang atau lebih pengamat/saksi yang dianggap jujur dan bersedia disumpah maka sudah cukup sebagai dasar untuk menentukan awal bulan tanpa perlu perlu dilakukan uji sains terhadap kebenaran laporan tersebut".

Berdasarkan kalender Ummul Qura, rukyat di Saudi dilaksanakan pada Senin, 8 Juli 2013. Namun melihat posisi dan kedudukan hilal saat itu secara sains mustahil hilal dapat dirukyat di Saudi pada hari pelaksanaan rukyat tersebut.  Namun demikian bisa dipastikan akan ada yang mengaku berhasil rukyat sehingga diperkirakan awal bulan akan jatuh pada : Selasa, 9 Juli 2013

 

Namun jika ternyata tidak ada laporan rukyat berhasil seperti seharusnya, maka awal bulan tentunya akan jatuh pada: Rabu, 10 Juli 2013.

6. Kriteria Awal Bulan Negara-negara Lain

 

Seperti kita ketahui secara resmi Indonesia bersama Malaysia, Brunei dan Singapura lewat pertemuan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) telah menyepakati sebuah kriteria bagi penetapan awal bulan Komariyahnya yang dikenal dengan "Kriteria Imkanurrukyat MABIMS" yaitu umur bulan > 8 jam, tinggi bulan > 2° dan elongasi > 3°. Belakangan ternyata kriteria ini hanya digunakan oleh Indonesia dan Malaysia saja. Sementara Singapura menggunakan Wujudul hilal dan Brunei Darussalam menggunakan Rukyatul Hilal berdasar Teori Visibilitas. Namun berdasarakan pertemuan Penyelelarasan Rukyat dan Taqwim MABIMS di Bali pada 27-29 Juni 2012 lalu Indonesia, Malaysia, Singapuran dan Brunei diperkirakan akan mengawali Ramadhan secara serentak pada Rabu, 10 Juli 2013.

 

Menurut catatan Moonsighting Committee Worldwide ternyata penetapan awal bulan ini berbeda-beda di tiap-tiap negara. Ada yang masih teguh mempertahankan rukyatul hilal bil fi'li ada pula yang mulai beralih menggunakan hisab atau kalkulasi. Berikut ini beberapa gambaran penetapan awal bulan Komariyah yang resmi digunakan di beberapa negara :

  1. Rukyatul Hilal berdasarkan kesaksian Perukyat  (Qadi) serta dilakukan pengkajian ulang terhadap hasil rukyat secara ilmiah antara lain dilakukan oleh negara-negara : Banglades, India, Pakistan, Oman, Maroko, Trinidad dan Brunei Darussalam.

  2. Hisab dengan kriteria bulan terbenam setelah Matahari dengan  diawali ijtimak terlebih dahulu (moonset after sunset). Kriteria ini digunakan oleh  Saudi Arabia pada kalender Ummul Qura namun khusus untuk Ramadhan, Syawwal dan Zulhijjah menggunakan pedoman rukyat.

  3. Mengikuti Saudi Arabia misalnya negara : Qatar, Kuwait, Emirat Arab, Bahrain, Yaman dan Turki, Iraq, Yordania, Palestina, Libanon dan Sudan.

  4. Hisab bulan terbenam minimal 5 menit setelah matahari terbenam dan terjadi setelah ijtimak  digunakan oleh negara Mesir.

  5. Menunggu berita dari negeri tetangga --> diadopsi oleh Selandia Baru  mengikuti  Australia dan Suriname mengikuti negara Guyana.

  6. Mengikuti negara Muslim yang pertama kali berhasil rukyat  --> Kepulauan Karibia

  7. Hisab dengan kriteria umur bulan, ketinggian bulan atau selisih waktu terbenamnya bulan dan matahari --> diadopsi oleh Algeria, Turki, Tunisia dan Malaysia.

  8. Ijtimak Qablal Fajr atau terjadinya ijtimak sebelum fajar  diadopsi oleh negara Libya.

  9. Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam di Makkah dan bulan terbenam sesudah matahari terbenam di Makkah --> diadopsi oleh komunitas muslim di Amerika Utara dan Eropa (ISNA)

  10. Nigeria dan beberapa negara lain tidak tetap menggunakan satu kriteria dan berganti dari tahun ke tahun

  11. Menggunakan Rukyat Mata Telanjang : Namibia, Angola, Zimbabwe, Zambia, Mozambique, Botswana, Swaziland dan Lesotho.

  12. Jamaah Ahmadiyah, Bohra, Ismailiyah,  serta beberapa jamaah (tarekat) lainnya masih menggunakan hisab urfi yang sangat sederhana. 

 

 


Laporan Kegiatan Rukyat Hilal Indonesia

 

Tanggal Rukyatul Hilal :

Semua kriteria menyimpulkan bahwa tanggal rukyatul hilal dilaksanakan pada :

Senin, 8 Juli 2013 @ Sunset

 

Saturday, 6 July 2013

Biografi K.H Hasyim Asy'ari Pendiri Nadhatul Ulama

Kyai Haji Mohammad Hasyim Asy'arie - bagian belakangnya juga sering dieja Asy'ari atau Ashari (lahir di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 10 April 1875 – meninggal di Jombang, Jawa Timur, 25 Juli 1947 pada umur 72 tahun; 4 Jumadil Awwal 1292 H- 6 Ramadhan 1366 H; dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang) adalah pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia. Dikalangan Nahdliyin dan ulama pesantren ia dijuluki dengan sebutan Hadratus Syeikh yang berarti maha guru.

Garis Keturunan

KH Hasyim Asyari adalah putra ketiga dari 10 bersaudara. Ayahnya bernama Kyai Asyari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Sementara kesepuluh saudaranya antara lain: Nafi'ah, Ahmad Saleh, Radiah, Hassan, Anis, Fatanah, Maimunah, Maksum, Nahrawi dan Adnan. Berdasarkan silsilah garis keturunan ibu, KH. Hasyim Asy'ari memiliki garis keturunan baik dari Sultan Pajang Jaka Tingkir juga mempunyai keturunan ke raja Hindu Majapahit, Raja Brawijaya V (Lembupeteng). Berikut silsilah berdasarkan KH. Hasyim Asya'ari berdasarkan garis keturanan ibu:
Muhammad Hasyim Asy'ari putra Halimah putri Layyinah putri Sihah Putra Abdul Jabar putra Ahmad putra Pangeran Sambo putra Pengeran Benowo putra Joko Tingkir (Mas Karebet) putra Prabu Brawijaya V (Lembupeteng).

Riwayat Pendidikan

KH Hasyim Asyari belajar dasar-dasar agama dari ayah dan kakeknya, Kyai Utsman yang juga pemimpin Pesantren Nggedang di Jombang. Sejak usia 15 tahun, ia berkelana menimba ilmu di berbagai pesantren, antara lain Pesantren Wonokoyo di Probolinggo, Pesantren Langitan di Tuban, Pesantren Trenggilis di Semarang, Pesantren Kademangan di Bangkalan dan Pesantren Siwalan di Sidoarjo.
Pada tahun 1892, KH Hasyim Asyari pergi menimba ilmu ke Mekah, dan berguru pada Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, Syekh Mahfudh at-Tarmisi, Syekh Ahmad Amin Al-Aththar, Syekh Ibrahim Arab, Syekh Said Yamani, Syekh Rahmaullah, Syekh Sholeh Bafadlal, Sayyid Abbas Maliki, Sayyid Alwi bin Ahmad As-Saqqaf, dan Sayyid Husein Al-Habsyi.
Di Makkah, awalnya K.H. Hasyim Asy'ari belajar dibawah bimgingan Syaikh Mafudz dari Termas (Kediri) yang merupakan ulama dari Indonesia pertama yang mengajar Sahih Bukhori di Makkah. Syaikh Mafudz adalah ahli hadis dan hal ini sangat menarik minat belajar K.H. Hasyim Asy'ari sehingga sekembalinya ke Indonesia pesantren ia sangat terkenal dalam pengajaran ilmu hadis. Ia mendapatkan ijazah langsung dari Syaikh Mafudz untuk mengajar Sahih Bukhari, dimana Syaikh Mahfudz merupakan pewaris terakhir dari pertalian penerima (isnad) hadis dari 23 generasi penerima karya ini. Selain belajar hadis ia juga belajar tassawuf (sufi) dengan mendalami Tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah.
KH. Hasyim Asy'ari juga mempelajari fiqih madzab Syafi'i di bawah asuhan Syaikh Ahmad Katib dari Minangkabau yang juga ahli dalam bidang astronomi (ilmu falak), matematika (ilmu hisab), dan aljabar. Di masa belajar pada Syaikh Ahmad Katib inilah Kyai Hasyim Asy'ari mempelajari Tafsir Al-manar karya monumental Muhammad Abduh. Pada prinsipnya ia mengagumi rasionalitas pemikiran Abduh akan tetapi kurang setuju dengan ejekan Abduh terhadap ulama tradisionalis.
Gurunya yang lain adalah termasuk ulama terkenal dari Banten yang mukim di Makkah yaitu Syaikh Nawawi al-Bantani. Sementara guru yang bukan dari Nusantara antara lain Syaikh Shata dan Syaikh Dagistani yang merupakan ulama terkenal pada masa itu.

Perjuangan di Masa Kemerdekaan RI

Pada tahun 1899, sepulangnya dari Mekah, KH Hasyim Asyari mendirikan Pesantren Tebu Ireng, yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20.
Pada tahun 1926, KH Hasyim Asyari menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama (NU), yang berarti kebangkitan ulama.

Karya dan pemikirannya

KH Hasyim Asy'ari banyak membuat tulisan dan catatan-catatan. Sekian banyak dari pemikirannya, setidaknya ada empat kitab karangannya yang mendasar dan menggambarkan pemikirannya; kitab-kitab tersebut antara lain:
  • Risalah Ahlis-Sunnah Wal Jama'ah: Fi Hadistil Mawta wa Asyrathis-sa'ah wa baya Mafhumis-Sunnah wal Bid'ah (Paradigma Ahlussunah wal Jama'ah: Pembahasan tentang Orang-orang Mati, Tanda-tanda Zaman, dan Penjelasan tentang Sunnah dan Bid'ah)
  • Al-Nuurul Mubiin fi Mahabbati Sayyid al-Mursaliin (Cahaya yang Terang tentang Kecintaan pada Utusan Tuhan, Muhammad SAW)
  • Adab al-alim wal Muta'allim fi maa yahtaju Ilayh al-Muta'allim fi Ahwali Ta'alumihi wa maa Ta'limihi (Etika Pengajar dan Pelajar dalam Hal-hal yang Perlu Diperhatikan oleh Pelajar Selama Belajar)
  • Al-Tibyan: fin Nahyi 'an Muqota'atil Arham wal Aqoorib wal Ikhwan (Penjelasan tentang Larangan Memutus Tali Silaturrahmi, Tali Persaudaraan dan Tali Persahabatan)

Hanya sekedar berbagi, tidak lebih.